Panitia dan Pengawas Diduga Tidak Netral, 4 Cakades Minta Pilkades Ditunda

1.034

SUMBAWA (Garudanews.id)- Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sumbawa Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga dicederai dengan ketidaknetralan panitia dan pengawas Pilkades di wilayah tersebut.

Oleh karenanya, empat Bakal Calon (Balon) Kepala Desa Penyaring Kecamatan Moya meminta panitia dan dinas pemberdayaan masyarakat desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa menunda pemilihan Kepala Desa yang akan dilaksanakan 4 maret 2020 mendatang. .

Bahkan keempat Balon Cakades Hermansyah, Agus Salim, Irwandi dan Masharuddin telah bersepakat untuk menunda pilkades. Menurut Hermansyah proses pilkades penyaring tercederai dengan tidak netralnya panitia dan pengawas pilkades di Desa Penyaring.

“Kami melihat selama ini bahwa panitia dan pengawas tidak netral. Selain itu juga adanya ketidakjelian panitia dan pengawas dalam melakukan pemeriksaan berkas terhadap tiga bakal cakades lainnya yakni Abdul Wahab, Syahruddin dan Basri,” ungkap Hermansyah dalam konfrensi pers kepada sejumlah media dikediamannya Rabu malam (12/2/2020)

Herman juga mempertanyakan ketiga bakal calon tersebut hingga saat ini belum mengajukan pengunduran dirinya di instansi terkait.

“Basri ,Syahruddin dan Abdul Wahab hingga saat ini belum mengundurkan diri. Padahal aturan meminta mereka untuk mengundurkan diri,”tegasnya.

Herman berharap agar panitia dan DPMPD bisa mengecek persyaratan ketiga calon yang dimaksud. Karena jika lolos maka akan mencederai proses demokrasi.

“Selain itu juga kami minta agar ketiga bakal calon tersebut untuk didiskualifikasi. Karena ada beberapa persyaratan yang belum sipenuhi,”kata Herman.

Hal senada juga dikatakan Agus Salim jika panitia dan pengawas pilkades sebaiknya pilkades diundur saja. Karena dia mengkhawatirkan terjadi hal- hal yang tidak diinginkan.

“Sebaiknya pilkades ditunda saja. Karena panitian dan pengawas tidak netral. Bahkan kami pantau ada panitia mendatangi bakal calon tertentu saja dan tentu tidak benar,”ujar Agus.

Agus menambahkan sebenarnya aturan sudah jelas jika ingin mencalonkan jadi kades maka ASN harus meminta ijin kepada Bupati begitu juga pegawai honorer harus minta ijin kepada pimpinannya. Tapi ini yang terjadi ketiga calon tersebut sejauh ini belum pernah pernah memberikan surat ijin kepanitia pilkades. Dan kami juga sudah cek.

“Kami sudah cek didinas. Dan juga kami sudah tanya panitia. Dan mereka tidak melengkapi surat pengunduran diri atau ijin dari pimpinan mereka. Dan sebaiknya pilkades desa penyaring ditunda,” terang Agus sapaan akrab Agus Salim.

Sementara menurut Masharuddin pilkades sebaiknya ditunda saja. Dan jujur saya baru tau kalau seperti ini. “Pantasan panitia setiap saya tanya tentang ketiga bakal cakades tersebut panitia hanya berkelit nanti saya kasih tau,”ujar Mashar sambil menirukan kata ketua panitia pilkades penyaring Jamaluddin.

“Besok pagi sebaiknya kita datangi kantor DPMD untuk kita minta agar ketiga calon tersebut didiskualifikasi. Dan panitia juga harus netral dalam hal ini,” tambah Mashar.

Sambung Mashar, dalam pilkades penyaring ia ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat. Sehingga publik tahu proses demokrasi.

“Biarkan masyarakat tahu. Dan ini harus kita buka ke publik bahwa pilkades penyaring sedang ada masalah,”tutup Mashar.

Hal yang sama dikatakan Irwandi. Menurut dia hal ini sebenarnya tidak terjadi. Dalam pilkades penyaring semua memiliki berkepentingan. “Tapi kenapa ada masalah ini ada tiga bakal calon kades baru melengkapi berkasnya dan dua lagi belum mengundurkan diri,”tanya Irwandi.

Irwandi tidak menginginkan jika pilkades penyaring tertunda sebab yang rugi adalah masyarakat.

“Biarlah nanti masyarakat menilai kami kurang baik dalam hal inim tapi itu sudah kami terima. Tapi untuk memberikan informasi dan kebenaran sebenar inilah kami berempat,” tandasnya.

Seperti diketahui bahwa Forum Peduli Masyarakat Desa Penyaring (FPMDP) yang diketuai Irwansyah menemukan sejumlah persoalan dalam proses pilkades Penyaring. Dimana FPMDP menemukan jika ada bakal calon masih memperbaiki berkas pencalonannya meskipun waktu sudah habis.

Padahal waktu sudah habis yakni 4 s/d 16 Desember. Selain itu juga ada dua balon cakades belum mengundurkan diri dari pekerjaannya selaku Penyuluh di dinas pertanian dan stab ahli di Fraksi Nasdem. (Red)

Anda mungkin juga berminat