Pemkab Bekasi Berupaya Hilangkan Kawasan Kumuh Melalui Program Berseka

196

KABUPATEN BEKASI, (Garudanews.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi saat ini sedang berupaya mengurangi kawasan kumuh. Program tersebut bekerja sama antara Pemkab Bekasi dengan pemerintah pusat melalui Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dan Bekasi Bersih Sehat Berkah (Berseka).

Program yang sedang dijalani ini merupakan prioritas yang harus diwujudkan sesuai dengan Undang-Undang Dasar (UUD) Tahun 1945 pasal 28 ayat 1, RPJM nasional 2015-2019 dan Permen PUPR Nomor 2 Tahun 2016 tentang Peningkatan Kualitas dan Permukiman Kumuh.

Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja saat menghadiri peresmian hasil pembangunan Kotaku dan Program Berseka di Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan, mengatakan pemerintah daerah terus gencar melakukan penataan. Serta pembangunan wilayah yang masih dianggap kumuh.

“Sesuai dengan amanat Undang-Undang bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin. Kemudian bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang lebih baik dan sehat. Maka dari itu Pemkab Bekasi akan terus giat melaksanakan Program Berseka ini, ” ungkapnya.

Capaian penuntasan luasan kumuh tersebut tidak terlepas dari usaha dan kerja keras yang dilakukan Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) sebagai leading sector penataan Kawasan kumuh di Kabupaten Bekasi.

“Saya mengapresiasi Disperkimtan sebagai leading sektor. Juga kepada perangkat dinas mitra yang tergabung dalam Pokja pengembangan kawasan permukiman, para Muspika, para fasilitator dan para relawan yang tetap bersemangat membangun lingkungan.” ujarnya.

Berdasakan Surat Keputusan Bupati Bekasi Nomor : 591/KEP.169-Distarkim/2016, kawasan kumuh di Kabupaten Bekasi seluas 181,32 hektare. Kawasan tersebut tersebar di 30 kampung dari sembilan desa yang terbagi di empat kecamatan.

Sejak 2017 hingga saat ini, luasan kawasan kumuh yang sudah tertanganni mencapai 170,066 hektare. Sedangkan pengurangan luasan kumuh mencapai 86,02 hektare dan menyisakan 11,246 hektare.

Kepala Disperkimtan Kabupaten Bekasi, Iwan Ridwan mengatakan, seluruh kegiatan yang sudah dilaksanakan ini di kawal oleh lembaga keswadayaan masyarakat. Serta dilakukan secara swakelola oleh kelompok swadaya masyarakat.

Untuk pemeliharaanya melibatkan partisipasi masyarakat melalui Kelompok Pemelihara dan Pemanfaat (KPP) di masing-masing desa/kelurahan penerima lokasi dan alokasi dana BPM.

Rencana kegiatan Berseka dan Kotaku di 2020 ini akan dianggarkan sebesar Rp52 miliar untuk 30 kampung, sembilan desa di empat kecamatan. Yakni Tambun Selatan, Tambun Utara, Cikarang Selatan dan Cibitung.

Pembangunan ini meliputi pembangunan infrastruktur, non-infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Antara lain, pembangunan jalan lingkungan, pembangunan drainase, pembangunan sarana air bersih, MCK dan pembangunan taman lingkungan. Termasuk sarana bermain dan pemblasteran lapangan.

Murtita (39), warga Desa Mekarsari, Kecamatan Tambun Selatan mengapresiasi program yang telah dilaksanakan pemerintah daerah ini. Kata dia, sebelum dibangun melalui Program Berseka, wilayah tempatnya tinggal merupakan tempat pembuangan sampah liar, dengan infrastruktur yang rusak dan terkesan kumuh.

“Saya merasa sangat berterimakasih. Karena yang tadinya kampung saya kumuh, sampah berserakan, jalan-jalan pada rusak. Sekarang alhamdulillah, sudah bagus, jalanan rapi, sampah juga sekarang ada penampungannya, jadi kota saya sekarang bersih sehat dan berkah,” ungkapnya. (Humas/Sygy)

Anda mungkin juga berminat