Polres Aceh Utara Ungkap Penemuan Lahan Ganja Seluas 4 Hektar

Pengembangan Kasus IRT Pasok Ganja ke Lapas Kelas II B Lhoksukon

687

LHOKSUKON (Garudanews.id) – Buntut dari penangkapan DS (23) warga Nisam Antara yang ditangkap karena mencoba memasukan Narkotika jenis ganja kepada suaminya yang mendekam di Lapas Kelas II B Lhoksukon pada Kamis, (13/02/2020) lalu, Satuan Reserse Narkoba Polres Aceh Utara melakukan pengembangan dan berhasil menangkap H (40) yang juga merupakan warga Nisam.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasatnarkoba AKP M Daud mengatakan, berdasarkan keterangan saksi DS (23) yang sebelum ditangkap pada 13 Februari 2020 lalu di Lapas kelas II B Lhouksukon di mana DS mengaku mendapatkan narkotika jenis ganja dari tersangka H.

“Kemudian kami bergerak dan berhasil mengamankan tersangka H dirumahnya,” jelas M Daud, Jum’at (14/02/2020) kemarin.

Selanjutnya, pihak kepolisian melakukan interogasi kepada tersangka dan mengakui bahwa dirinya mendapatkan barang haram tersebut dari kebun miliknya yang ada di Gampong Cot Mancang, Kecamatan Sawang Kabupaten Aceh Utara.

“Kemudian tim melaporkan informasi itu kepada Kasat Narkoba selanjutnya anggota Sat Sabhara Polres Aceh Utara juga ikut dilibatkan untuk turun ke lokasi ladang ganja tersebut,” sebut M Daud.

Pihaknya juga berkoordinasi dangan Kasat Narkoba Polres Lhokseumawe, Polsek Sawang dan Polsek Nisam dan tim gabungan Polres Aceh Utara dan Polres Lhokseumawe selanjutnya mendatangi lokasi ladang ganja.

“Setelah menempuh kurang lebih dua jam lamanya jalan kaki tim gabungan Polres Aceh Utara dan Lhokseumawe tiba di lokasi dan menemukan ladang ganja yang diperkirakan seluas 4 atau 5 Hektar beisikam pohon ganja dengan ketinggian 10 cm sampai dengan 200 cm,” jelas dia.

Kepada polisi tersangka mengaku lahan ganja miliknya, satu hektar kemudian sisa 3 atau 4 hektar yang belum diketahui milik siapa ditangani oleh Sat Narkoba Polres Lhoukseumawe.

“Setelah mengambil sempel 80 batang ganja sebagai barang bukti, sisanya kemudian dimusnahkan di lokasi dengan cara dicabut dan dibakar yang disaksikan pihak aparatur gampong setempat,” jelasnya.

Kepada polisi tersangka mengakui bahwa sempel barang bukti yang dicabut di ladang itu adalah miliknya dan dari kebun itu pula ganja yang diberikannya kepada DS.

“Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke ruang Sat Resnarkoba guna menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” tutup M Daud. (Syahrul)

Anda mungkin juga berminat