Polres Metro Bekasi Kota Masih Selidiki Kasus Kekerasan SMAN 12 Kota Bekasi

285

BEKASI, (Garudanews.id) – Kasus kekerasan yang terjadi di lingkungan lembaga pendidik, mendapat komentar dari pihak kepolisian Polres Metro Bekasi kota. Dikatakan Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi kota Kompol Erna Ruswing Andari bahwa korban pemukulan sebagian tidak akan melanjutkan ke proses hukum.

“Korban ada lima, yang empat orang sudah memaafkan pelaku (guru) tersebut, sedangkan satu orang lagi masih memeriksa kondisi badannya akibat kekerasan tersebut, nanti apabila dalam keadaan sehat maka akan memaafkan guru tersebut,”ungkap Erna kepada media di Mapolres Metro Bekasi kota pada Jumat (14/02).

Oknum guru yang juga diketahui sebagai wakil kepala Sekolah Bidang Kesiswaan tersebut kini dicopot dari jabatannya. Namun, seperti yang dikatakan kepala cabang Ombusdman Jakarta Jata Teguh P Nugroho, kasus tersebut harus diusut tuntas.

“Karena sudah ada musyawarah dan belum ada laporan dari pihak sekolah kita hanya bisa memediasi serta sudah ada tindakan sanksi yang diberikan pihak sekolah,” tambahnya.

Terkait dengan video viralnya tersebut, nampak okmun guru tersebut jelas melakukan tindak kekerasan. Namun, mengenai unsur pidananya, polisi masih mengkaji dan mendalami kasus tersebut.

“Untuk sementara kita melakukan penyelidikan dulu karena dari pihak sekolah dan korban belum melakukan pelaporan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, tindak kekerasan tersebut terjadi lantaran ratusan siswa sekolah tersebut terlambat masuk sekolah. Saat itu pihak sekolah membarikan sanksi atau hukuman dengan mengumpulkan para siswa yang terlambat di halaman sekolah.

Kekerasan terjadi pada 5 siswa yang diketahui tidak mamakai atribut lengkap pada saat pemeriksaan karena terlambat. Kejadian tersebut pun direkam oleh salah seorang siswa dan menjadi viral di media sosial.

Kasus tersebut juga mencoreng dunia pendidikan dan menambah daftar kekerasan di lingkungan lembaga pendidik di kota Bekasi. (Mam)

Anda mungkin juga berminat