Tahun 2020, Kanwil DJP Jabar II Hadapi Tantangan Baru

247

BEKASI, (Garudanews.id) – Dinamika perang dagang dan geopolitik berdampak pada perlambatan ekonomi secara nasional. Dampak tersebut diantaranya menurunnya harga komoditi di banyak negara. Namun, di tengah perlambatan tersebut, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jawa Barat II mengklaim mengumpulkan penerimaan pajak sebesar 84,98% atau 38,74  triliun rupiah di tahun 2019.

“Hal tersebut mengalami kenaikan sebesar 5,99% dari tahun sebelumnya. Capaian dan pertumbuhan realisasi penerimaan pajak tersebut lebih tinggi dari capaian Nasional yang mencapai 84,49% dan pertumbuhan 1,49%,” ujar Kepala Bidang Perencanaan dan Pendataan DJP Jawa Barat II Nirmala Rustini,  saat gelar Media Gathering dengan media di Secret Garden, Jatibening, kota Bekasi pada Senin (17/02).

Dalam Media Gathering tersebut hadir juga Kepala Bagian Umum DJP jawa Barat II  Banggas Sitorus, Ade Lili, P2IP DJP Jawa Barat II dan P2 Humas DJP Jawa Barat II Dwi Amiarsih.

DJP Jabar II juga berkomitmen untuk menerapkam Zona Integritas dengan WBBM. Ha tersebut juga dituangkan dalam penandatanganan prasasti.

Penerimaan pajak dengan kontribusi terbesar berasal dari pajak PPN impot sebesar 23,57%, PPN Dalam Negeri 22,22% dan PPh Pasal 21 sebesar 17,68%. Sedangkan sektor usaha yang mempunyai kontribusi besar terhadap penerimaan pajak yaitu Industri Pengolahan (64,16%), Perdagangan Besar dan Eceran (12,92%), Konstruksi (4,88%) dan Real Estate (4,38%).

Selain itu, DJP Jabar II juga melakukan penegakan hukum kepada penunggak pajak baik institusi maupun individu. Di tahun 2019, DJP Jabar II telah mendapatkan dan memproses 51 laporan informasi Data Laporan dan Pengaduan (IDLP) dari 80 kasus bukti permulaan tindak pidana perpajakan dan 2 kasus pengidikan.

“Target penegakan hukum pada tahun 2020 yaitu melakukan tindakan penegakan hukum terhadap Wajib Pajak yang memiliki kontribusi pembayaran pajak rendaj terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat, Wajib Pajak indikasi Penerbit dan Pengguna Faktur Pajak yang Tidak Berdasarkan Transaksi Sebenarnya (TBTS), Wajib Pajak hasil program dengan Ditjen Pajak-Ditjen Cukai,” kata Kepala Bagian Umum DJP jawa Barat II  Banggas Sitorus

Kanwil DJP Jabar II telah diberikan target penerimaan pajak yang cukup menantang di tahun 2020 yaitu sebesar 48,09 triliun rupiah. Target tersebut mengalami kenaikan sebesar 27,74% dari realisasi penerimaan tahun 209 atau sebesar 5,49% dari target penerimaan tahun 2019.

“Strategi yang terstruktur dan terukur sangat diperlukan untuk mencapai target yang menantanh tersebut yaitu dengan memperluas basis pemajakan dan meningkatkan dan mendoro perekonomian,” katanya.

Perluasan basis pemajakan akan dilakukan dengan intnsifikasi secara komprehensif dan terstandarisasi serta ekstensifikasi berbasis data kewilayahan. (Mam)

Anda mungkin juga berminat