Dampak Virus Corona, Harga Tempe dan Gula Ikut Menggila

179

KABUPATEN BEKASI (Garudanews.id) – Harga beberapa komoditas sembako mulai terpengaruh oleh dampak berantai dari virus korona.

Hasil penyesuluran awak media mulai dari Pasar Baru Cikarang, Kabupaten Bekasi hingga sampai ke Kota Bekasi, harga gula melonjak menjadi Rp19.000 per kilogram, padahal sebelumnya Rp12.000 per kilogram. Selain itu, gula juga sulit dicari di mini market dan warung-warung kecil.

Harga tempe pun melonjak, pada awalnya sekira Rp4.000-5.000 menjadi Rp8.000-an. Sama seperti gula, tempe pun sulit dicari oleh warga.

“Gula susah dicari. Ini udah keliling gak dapet-dapet. Sekalinya dapet di toko sembako Rp19 ribu sekilo,” kata Samsul, warga Cijengkol, Rabu (25/3/2020).

Sementara itu menurut dia harga telor, beras, dan minyak goreng masih normal.

“Telur saya beli Rp26 ribu sekilo, minyak goreng juga masih Rp13 ribu seliter, beras masih normal. Di mini market juga masih pada banyak,” kata dia.

Di Margahayu, Bekasi Timur, tempe dan tahu mulai sulit dicari oleh warga.

“Tempe harganya naik hampir 3 kali lipat yang biasa Rp4 ribu jadi Rp9 ribu,” kata Budi Widyo, mengabarkan.

Warga Tambun Selatan juga mengabarkan harga gula di sana ada yang mencapai Rp21.000 per kilogram. Sementara warga Mustikajaya menyebut gula di tempatnya sudah menyentuh angka Rp18.000 per kilogram.

“Kita harap jangan begini lah, langka, terus mahal. Sementara kita gak boleh keluar rumah, penghasilan gak ada. Saya narik juga sepi,” ucap Bayu, warga Tambun Selatan, yang kesehariannya bekerja sebagai ojek online.

Ia berharap pemerintah segera memberi solusi bagi rakyat seperti dia di tengah pandemi covid-19.

Sementara itu, sejak kabar mengenai disinfektan pengganti virkon beredar baik media sosial ataupun grup pesan cepat. Sejumlah barang demikian sulit dicari di mini market.

“Terutama Bayclin. Tetangga saya pada beli. Katanya ampuh untuk ganti disinfektan, tinggal dicampur air,” demikian Bayu. (Sgy)

Anda mungkin juga berminat