Demam 39°C, Seorang Istri PDP Nekat Ke Puskesmas Naik GrabCar

234
Ilustrasi Covid 19. Foto : Dok

Kabupaten Bogor ( Garudanews.id ) – Seorang warga Bojong Gede panik manakala suhu badanya sampai 39°c, apalagi suaminya sudah masuk Karantina di Wisma Atlet sejak tanggal 20 Maret kemarin dengan status PDP ( Pasien Dalam Pemantauan ).

Tadi siang, Rabu (25/03), FE dan anaknya P, nekat pergi ke Puskesmas Bojong Gede karena merasa terpapar virus Covid 19. ” Suhu badan saya 39°C, dan suami saya sudah dikarantina di Wisma Atlet sejak tanggal 20 Maret kemarin, saya minta tolong ke tetangga untuk menghubungi Crisis Center Covid 19 Kabupaten Bogor ” ujarnya.

Sebelumnya FE menghubungi pihak Puskesmas melalui tetangganya, Susilo. Tapi menurut Susilo, pihak Puskesmas tidak bisa menjemput FE karena tidak adanya ADP.

” Tadi FE menghubuni RT/RW dan ke saya, lalu saya menghubungi Crisis Center Covid 19 Kabupaten Bogor dan diarahkan ke Puskesmas terdekat. Pada saat menghubungi Puskesmas, pihak Puskesmas bilang tidak bisa menjemput pasien, karena belum adanya ADP. Makanya FE dan anaknya naik GrabCar langsung ke Puskesmas” Paparnya.

Setelah dilakukan Rapid Tes, FE di perbolehkan pulang sambil menunggu hasilnya. ” Alhamdulilah hasilnya Negatif Corona ” Terang Susilo.

Terkait tidak di jemputnya pasien oleh pihak Puskesmas atau Crisis Center Covid 19 Kabupaten, dengan alasan tidak adanya ADP, Fachri Alfiano, Ketua DPD LSM Permata sangat menyayangkan.

” Saya agak kecewa, wabah yang begitu serius tapi SOP nya belum menyentuh sampai bawah. Seperti contoh kasus Ibu FE ini. Sudah menelpon Crisis Center Covid 19 Kabupaten Bogor, kemudian diarahkan untuk menghubungi Puskesmas terdekat, dan pihak Puskesmas tidak mau menjemput karena tidak adanya ADP” tuturnya.

Fahri menambahkan, mestinya semua sudah harus siap, ” Termasuk ADP, dan merespon dengan cepat adanya warga yang pro aktif melapor, ini baru ada satu contoh pasien, biarpun setelah dilakukan Rapid Test hasilnya negatif. Tapi pihak terkait harus bergerak cepat untuk antisipasi, Bagaimana jika benar – benar Positif, mengingat suaminya sudah PDP, kan akan membahayakan masyarakat yang lain” tambah Fahri.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Bojonggede belum memberikan konfirmasi saat di hubungi Garudanews.id melalui selular. Cj/ Fr

Anda mungkin juga berminat