Ditengah Wabah Covid-19, Puskesmas Jakasetia Lambat Respon Keluhan Warga

253

BEKASI, (Garudanews.id) – Pandemi Corona (covid-91) di kota Bekasi semakin meningkat. Satu demi satu ODP ditemukan oleh Pemkot Bekasi. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang mencoba melaporkan dirinya karena gejala yang mirip dengan corona. Respon cepat dari tim medis tentu sangat diperlukan di tengah ketakutan masyarakat akan wabah tersebut.

Namun, bagaimana kalau pelayanan medis di wilayah tidak tanggap dalam menghadapi laporan dari masyarakat. Seperi yang terjadi di kelurahan Jakasetia, Bekasi Selatan yang warganya mengaku kecewa karena mendapat respon yang sangat lambat ketika melaporkan diri dan keluarganya.

Kepala Puskesmas Jakasetia Leny kurang merespon laporan masyarakat yang mengaku memiliki ciri yang mirip dengan corona setelah berpergian ke Jakarta menggunakan commuterline beberapa waktu yang lalu.

Ketika coba dikonfirmasi pada 23 Maret 2020, Leny tidak juga merespon pertanyaan wartawan melalui pesan singkat. Ia baru manjawab pesan setelah 2 hari kemudian dengan jawaban yang normatif dan seakan tidak bersalah.

“Waalaikumsalam, mohon maaf udah ada tindakan dari kita, pasiennya sudah dihubungu dan mereka akan periksa covid 19 di Rs persahabatan,” katanya menjawab pesan singkat pada Rabu (25/03).

Namun, laporan itu sudah beberapa hari yang lalu dan baru pada tanggal 25 Maret 2020. Jika pasien tersebut membutuhkan pertolongan darurat, maka pasien tersebut dipastikan sudah tidak tertolong.

Lambatnya respon puskesmas Jakasetia dalam melanjutkan laporan masyarakat perlu mendapat evaluasi dari dinas Kesehatan terkait dengan pelayanan dan respon kepada masyarakat.

Ketakutan masyarakat jika mengalami ciri-ciri Corona menyebabkan Psikosomatik (halusinasi pada keadaan tertentu) di tengah masyarakat. Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat hendaknya cepat merespon apapun laporan dan keluhan masyarakat. (Mam)

Anda mungkin juga berminat