Komsos TA 2020, Kodim Gelar Pertandingan Silat Lestarikan Budaya Indonesia

329

BEKASI, (Garudanews.id) – Budaya adalah identitas sebuah bangsa, jika generasi penerusnya cinta akan budayanya, maka negara itu akan kuat. Itulah kalimat yang terdapat pada sebuah pepatah. Berangkat dari hal itu, Kodim 0507/ Bks menggelar pertandingan pencak silat dalam rangka Komsos Kreatif TA. 2020 di Markas Kodim 0507/ Bks jalan Veteran, Marga Jaya, Bekasi Selatan pada Sabtu (14/03).

Kegiatan yang bertema “Membentuk sumber daya manusia kreatif, inovatif dan adaktif” tersebut diikuti oleh 12 perguruan. Diawali dengan atraksi dari masing-masing perguruan. Nampak hadir juga Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Ahmad Zarkasih, ketua KONI kota Bekasi Abdul Rosyad Irawan.

“Atas nama pemerintah kota Bekasi tentu kami ucapkan rasa terima kasih kepada kodim 0507/Bks yang telah melaksanakan komsos ini dengan mengangkat seni budaya silat yang ada di kota Bekasi,” kata Kadispora Kota Bekasi Ahmad Zarkasih dalam sambutannya.

Salah satu perguruan silat sedang menampilkan atraksinya di depan juri

Dikatakan Zarkasih, pertandingan silat yang diselenggarakan Kodim 0507/ Bks juga selain menunjukkan bakat silat para generasi muda juga mempererat persaudaraan antar perguruan silat yang ada di kota Bekasi.

“Tentunya ini juga merupakan ajang silatahmi bagi perguruan-perguruan silat yang ada di kota Bekasi” tambahnya.

Walaupun matahari sangat terik, namun para peserta lomba nampak semangat dan antusias mengikuti kegiatan itu. Perlombaan tersebut dibagi menjadi dua katagori itu anak-anak dan dewasa.

Sementara itu, Dandim 0507/Bks Kolonel Inf. Rama Pratama mengaku bangga keberadaan silat di kota Bekasi yang lebih dari 70 lebih perguruan silat yang aktif di kota Bekasi.

“Jadi adik-adik sekalian yang ada di hadapan saya ini merupakan penerus dari perguruan-perguruan silat tersebut,” katanya.

Lomba silat yang merupakan bela diri asli Indonesia tersebut harus tetap dilestarikan sebagai warisan budaya leluhur. Ia menambahkan bahwa generasi penerus bangsa harus cinta dengan budayanya dan tidak kalah dengan Negera lain yang justru selalu melirik budaya Indonesia.

“Jadi apabila tidak dipupuk atau dijaga dengan baik dari sekarang, ada masanya nanti kita belajar silat harus ke luar negeri padahal silat itu berasal dari Indonesia, khususnya Belanda yang aktif melakukan kegiatan untuk mempelajari tradisi bangsa kita,” tandasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa selama kegiatan pertandingan silat tersebut masing-masing perguruan silat saling menjaga sportifitas dan tetap menjaga persatuan. (Mam)

Anda mungkin juga berminat