Komunitas Tebongan Kreatif dan TFK KSB Sepakat Menangkal Radikalisme

195

SUMBAWA BARAT (Garudanews.id) – Dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi berkembangnya paham terorisme dan radikalisme di kabupaten Sumbawa Barat. Komunitas Tebongan Kreatif bersama Temu Forum Kades bersepakat menangkal faham yang menyimpang dan menggelar diskusi pada Kamis, (26/3/2020).

Ketua Komunitas Tebongan Kreatif Romy Rhamdani dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk dilaksanakan, mengingat keadaan Sumbawa Barat hari ini secara tidak langsung ada kelompok yang menganut faham dan cara radikal. Dan gerakan serta doktrinnya kian marak di daerah Sumbawa Barat

“Kelompok Radikal ini sudah sangat meresahkan perlu ada upaya untuk menghalau pola dan gerakan dari kelompok tersebut” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Forum Komunikasi Kepala Desa se-Kabupaten Sumbawa Barat Andi Subandi, S.Pd menyampaikan naif ketika mengatakan kalau tidak tau ada kelompok di masyarakat yang mengarah pada faham radikalisme

“Faham ini sudah ada dan banyak di kalangan masyarakat desa di kabupaten Sumbawa Barat. Cuma dengan pola gerakan yang mereka gunakan sangat soft. Hingga akhirnya kita tidak sadar bahwa mereka sudah menyebar dan hampir semua sudah masuk di tatanan kehidupan masyarakat desa itu sendiri,” ungkap Andi

Dia menambahkan, dengan kuranganya tingkat pemahaman di masyarakat, sehingga setiap melihat orang yang berceramah dengan bahasa yang asing-asing akan langsung di cap sebagai ahli agama.

“Saya sangat setuju dengan keputusan MUI dengan adanya sertifikasi bagi Ulama” ucap Andi sekaligus mantan aktivis HMI Mataram.

Dengan demikian bisa meretas cara mereka mendoktrin setiap jamaah yang hadir untuk mengarah kearah pola fikir radikal. Salah satu cara untuk meretas itu yakni dengan cara memperbanyak membaca dengan ilmu baru kemudia di setiap tingkatan desa harus melakukan kajian islam secara komprehensif sambil saling koordinasi dan stekholder.

“Saya berharap untuk semua kepala desa se-Kabupaten Sumbawa Barat untuk dari dini mencegah melalui memperbanyak kajian keislaman di tingakatan desa masing-masing” ujarnya

Dalam kesempatan itu juga perwakilan PCNU KSB Khatib Martadinata, S.HI., M.HI menjelaskan jika berbicara terkait dengan radikalisme dan terorisme memang sudah banyak di Sumbawa barat

“Dengan adanya beberapa kelompok masyarakat yang sudah mulai menentang atau tidak mengikuti tugas sebagai warga negara, contonya dengan tidak mau mengikuti upacara bendera dan mengenang jasa para pahlawan. Sebenarnya kita patut bertanya ada apa” ucapnya.

Menurut dia, sudah diketahui bersama kalau persoalan tersebut adalah salah satu target dari kelompok ini untuk mengurangi rasa nasionalisme.

“Gerakan grass roud mereka memang dari dulu menjadi momok menakutkan bagi kita semua” tambahnya.

Pola gerakan grass road mereka inilah yang harus kita antisipasi karena pola inilah yang dilakukan di kabupaten Sumbawa Barat.

“Untuk itu kami dari PCNU Sumbawa Barat sudah dalam peroses dari dini untuk menangkal hal ini terus berkembang di masyarakat. Contohnya terus menyuport segala bentuk kegiatan masyarakat kearah peningkatan rasa nasionalis dan mengaktifkan semua lembaga-lembaga yang ada di bawah naungan PCNU Sumbawa Barat,” tutupnya. (Hrm/Hnn)

Anda mungkin juga berminat