Pemprov NTB Anggarkan Puluhan Miliar Benahi Jalan Provinsi di Sumbawa

1.754

SUMBAWA (Garudanews.id) – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bakal menggelontorkan anggaran senilai Rp750 miliar tahun anggaran 2020-2022, untuk pembangunan dan pembenahan sejumlah ruas jalan provinsi.

“Salah satu titik yang menjadi target pembangunan jalan provinsi yaitu di Pulau Sumbawa yang akan segera dibenahi sebagaimana mestinya,” ungkap Kepala Balai Pemeliharaan Jalan Provinsi Wilayah Pulau Sumbawa M Taufik Hidayat ST MT dalam keterangan persnya di kantor Kejari Sumbawa Senin siang (30/03/2020).

Adapun program kegiatan pembangunan dan pembenahan jalan Provinsi yang dinilai mengalami kerusakan cukup berat dalam tahun anggaran 2020 ini yang dilaksanakan di Pulau Sumbawa terang Muhammad, meliputi enam ruas jalan di wilayah Bima dengan serapan anggaran mencapai puluhan Miliar Rupiah yang langsung dibawah koordinasi Bidang Bina Marga Dinas PU Provinsi NTB.

Sedangkan untuk Kabupaten Sumbawa ada paket proyek jalan Pal IV Lenanggur sepanjang 35 Km dengan biaya mencapai sekitar Rp 30 Miliar, paket ruas jalan Lenangguar – Lunyuk 56 Km senilai Rp 40 Miliar lebih, dan paket Lunyuk – Talonang batas KSB sekitar Rp 30 Miliar lebih

“Semuanya menggunakan bantuan dana percepatan yang telah ditetapkan oleh Pemprov NTB,” paparnya.

MT Hidayat juga menyatakan kalau proses perencanaannya telah tuntas dan kini tengah dilakukan proses tender di Provinsi, dan optimis setelah proses lelang tendernya tuntas, maka optimis sekitar bulan Juni – Juli mendatang kegiatan action fisik lapangan sudah bisa dilakukan kegiatan oleh rekanan kontraktor pelaksana pemenang tender.

“Sehingga pembenahan dan pembangunan sejumla ruas jalan Provinsi yang selama ini mengalami kerusakan akan dapat dibenahi dengan baik sesuai dengan apa yang menjadi harapan Pemerintah dan masyarakat, karena itu dukungan berbagai elemen masyarakat didaerah ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Begitu pula untuk kegiatan pemeliharaan rutin jalan sambung MT Hidayat, sesuai dengan tupoksi dan kewenangan yang dimiliki dengan dukungan anggaran yang terbatas, tetap dilakukan pemeliharaannya secara rutin dan berkesinambungan dengan menggunakan sistim skala prioritas, tambal sulam, penanganan bencana longsor jalan dinilai telah berjalan dengan baik, dan petugas teknis.

“Balai Pemeliharaan Jalan akan selalu siap turun melakukan action lapangan,” pungkasnya.(Hrm/Hnn)

Anda mungkin juga berminat