Pengamat Ini Berikan Empat Saran dalam Menghambat Laju Penyebaran Corona

198

JAKARTA (Garudanews.id) – Data menunjukkan pasien positif corona atau covid-19 di Indonesia terus bertambah. Sedangkan jumlah yang sembuh masih lebih kecil dibandingkan korban yang meninggal. Upaya dari pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam mencegah penyebaran virus Corona juga patut diapresiasi.

“Namun menurut hemat saya, masih ada empat upaya yang sangat strategis dapat kita lakukan atau setidaknya lebih dimaksimalkan, sebagai saran saya kepada negara dalam menahan laju penyebaran virus Corona,” ujar pengamat komunikasi dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing, dalam keterangan tertulisnya yang diterima garudanews.id, Kamis (26/3/2020).

Pertama, semua pihak harus segera mewujudnyatakan Maklumat Kapolri dalam kesehariannya. Sekalipun maklumat dapat diartikan sebagai pemberitahuan atau pengumuman.

“Namun demi keselamatan kita bersama dari serangan virus corona, tidak ada salahnya setiap WNI memaknai dan membuat isi maklumat tersebut sebagai kewajiban dan bila perlu menjadi keharusan yang dilakukan setiap individu warga masyarakat dan negara,” ujar Emrus.

Selain itu, untuk melaksanakan Maklumat Kapolri yang sangat bagus ini, Ia menyarankan, perlu penegakkan hukum dan peraturan yang terkait dengan penanganan wabah penyakit menular secara tegas, namun tetap tetukur. Lebih cepat lebih baik.

Kedua, mutlak harus ada unit kerja di setiap tingkatan gugus tugas melakukan pengawasan secara ketat. Misalnya pelayanan publik di bandara, apakah semua orang di sana sudah melakukan jarak fisik satu dengan yang lain yang memadai.

Lanjut Emrus, unit ini mengawasi secara terukur semua protokol yang sudah dirumuskan oleh setiap tingkatan gugus tugas. Contoh sederhana lainnya, bagaimana penyediaan hand sanitizer dan masker di setiap bandara dan pasokan ke apotik milik BUMN.

Menurut Emrus, jarak fisik, penyediaan hand sanitizer dan masker, di bandara bertaraf internasional sekalipun, tampaknya belum dilakukan maksimal.

“Untuk itu, saya menyarankan kepada Menteri BUMN menugaskan orang lain yang bukan pegawai Kementerian BUMN melakukan uji petik pengawasan di Bandara dan Apotik milik BUMN di seleruh Indonesia tentang ketersedian dua APD yang penting tersebut, hanya sebagai contoh, demikian yang lainnya,” ungkap direktur eksekutif Emrus Corner ini.

Kemudian yang ketiga, juga mutlak harus dibentuk secara khusus Unit Promosi Kesehatan di setiap tingkatan gugus tugas. Mengapa?

“Menurut pemantauan saya, silahkan diujui, masih ada anggota masyarakat, baik di perkotaan maupun di desa-desa, yang belum mentaati protokol penanganan dan dampak penyebaran virus corona. Lihat saja, di beberapa pelayanan publik bahwa jarak fisik belum sesuai dengan standar kesehatan dan masih ada yang belum menggunakan APD yang memadai sesuai dengan situasi dan relasi sosial di tempat tersebut,” ucap Emrus.

Salah satu tugas Unit Promosi Kesehatan ini, misalnya, menarasikan kembali semua protokol penanganan penyebatan dan penanggulangan dampak virus Corona dalam gaya bahasa dan disesuaikan dengan perilaku kearifan lokal.

Kempat, sudah mendesak ada Wamenkes dari ilmuan yang mendalami dan menguasi penyakit menular kepada manusia dari penyebaran virus. Wamen ini mempunyai kemampuan akademik mengambil langkah-langkah strategis dari aspek medis, sosial dan politik kenegaraan.

“Untuk itu saya menyarakan kepada Presiden Joko Widodo sesegera mungkin mengangkat seorang Wamenkes untuk melakukan tugas tersebut dari seorang Virolog yang sangat mumpuni di bidangya, bijak, berintegritas kukuh, mempunyai good leadership, dan tak kalah pentingnya memiliki karakter kemanusiaan yang teruji,” pungkas Emrus. (Mam)

Anda mungkin juga berminat