Polres Bantaeng Amankan Pelaku Pelecehan Seksual Gadis 16 Tahun

243

BANTAENG, (Garudanews.id) – Unit Resmob Polres Bantaeng  mengamankan AM (18), pelaku pelecehan seksual terhadap seorang gadis NS (16) di Desa Lumpangang Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaeng. Akibat perbuatannya yang dinilai telah mencederai masyarakat setempat, warga pun geram dan pelaku nyaris dihakimi massa pada Selasa (3/3/2020) dini hari.

“Beruntung personil Polsek Pajukukang dan warga segera mengamankan pelaku yang hendak diamuk warga di lokasi,” ujar Kapolres Bantaeng AKBP Wawan Sumantri, dalam keterangannya.

Setelah diamankan di Polsek Pajukukang, kata Kapolres, tersangka selanjutnya di bawa ke kantor Polres Bantaeng untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres menjelaskan, tersangka melakukan tindakan pelecahan terhadap NS dengan cara meraba paha korban yang sedang tertidur pulas dikamarnya, namun korban terbangun dan melihat tersangka yang sudah berada di samping tempat tidurnya dengan posisi jongkok.

“Merasa dilecehkan korban langsung mendendang tersangka, karena merasa panik tersangka berusaha kabur melalui ruang tamu, karena terkunci tersangka mencoba kabur melalui pintu belakang rumah,” terang Kapolres.

Menurutnya, pelaku masuk ke rumah korban melalui pintu belakang yang saat itu dalam keadaan tidak terkunci.

Pelaku mengatakan sudah tiga kali melakukan hal serupa ditempat berbeda, namun sempat kabur, baru saat melakukan tidakan cabul yang ketiga ini dapat ketahuan oleh warga.

“Dari hasil penyidikan, pelaku mengakui tindakan pelecehan yang dilakukan terhadap NS, karena sering menonton film film porno melalu handphone,”  kata Kapolres

Selain itu,  motif dari pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap korban karena pelaku tertarik dengan korban, namun korban menolaknya.

“Kami juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Lumpangang karena tidak melakukan main hakim sendiri dan mempercayakan proses hukum ke pihak kepolisian,” kata Kapolres.

Terkait dengan insiden terebut, Kapolres mengimbau agar warga lebih waspada dan ikut serta menciptakan Kamtibmas.

“Termasuk memastikan keamanan rumah sebelum tidur agar kejadian serupa tidak terulang. Karena tindakan kejahatan terjadi apabila ada niat dan kesempatan,” imbau Kapolres.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dikenakan Pasal 82 ayat (1) Perpu 1/2016 dengan ancaman hukuman minimal 5 maksimal 15 tahun penjara.  (Jfr/hnn)

Anda mungkin juga berminat