466 Pemudik Tawangmangu Terpantau Negatif Covid 19

293

KARANGANYAR (Garudanews.id ) – Meskipun himbauan untuk tidak mudik sudah disampaikan pemerintah pusat dan daerah guna menekan penyebaran Virus Covid 19, namun masyarakat tetap nekat pulang kampung. Berbagai pertimbangan seperti tidak adanya pemasukan di perantaun menjadi alasan utama mereka pulang.

Dari pantauan Garudanews.id di wilayah Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, hingga hari Selasa, (07/04), tercatat 466 pemudik pulang kampung ke Tawangmangu.

“Hingga Selasa kemarin tercatat 466 orang yang pulang. Berdasar tes kesehatan di Posko Kesehatan Terminal Tawangmangu, alhamdulilah terpantau negatif Covid 19. Kami tetap menghimbau masyarakat tetap waspada , dan bagi pemudik wajib mengikuti himbauan Bapak Bupati untuk mendata diri secara online. Agar tetap terkendali kesehatan masyatakat Tawangmangu dan sekitarnya,” ujar Kapolsek Tawangmangu, AKP Ismugiyanto.

Sebelumnya Bupati Karanganyar, Juliatmono, membuat surat edaran kepada Camat, Lurah dan RT/RW, untuk melakukan pendataan secara online kepada seluruh pemudik. Agar terpantau perkembangan kesehatan mereka. Sehingga tidak terjadi penyebaran/penularan Virus dari para pemudik kepada keluarga dan masyarakat sekitar.

Salah satu petugas Posko Kesehatan, Agung, mengatakan, baiknya para rekan – rekan perantau tidak pulang dulu, katakanlah nekat pulang harus masuk karantina dulu selama 14 hari.

“Kami harap saudara – saudara kami yang merantau tidak usah pulang dulu, kalaupun nekat pulang karena berbagai hal, wajib masuk karantina dulu selama 14 hari. Itu demi kebaikan kita semua, agar virus Corona tidak menyebar di wilayah Tawangmangu,” ujarnya kepada Garudanews.id.

Dampak dari pembatasan sosial akibat Covid 19 ini tidak hanya kepada manusia, namun juga kepada hewan – hewan liar di tempat wisata Grojogan Sewu.

Diberitakan sebelumnya, Forkopincam bersama para relawan hampir tiap hari memberi makan kera di tempat wisata tersebut. Dikarenakan tidak adanya kunjungan wisata dan pedagang yang berjualan, sehingga kera – kera tersebut tidak ada yang memberi makan.

Dampaknya kera liar tersebut mencari makan di kebun – kebun masyarakat sekitar.

Untuk penyemprotan Disinfektan, masih terus dilakukan relawan.

“Penyemprotan yang kami laksanakan hari ini di sepanjang jalan utama lingkungan Beji, Banjarsari, Warung Renteng Grojogan Sewu, sepanjang Jalan Lawu mulai dari Javenir ke barat sampai ke RC, utara sampai puskesmas dan selatan pojok ke timur ,” ujar Lilik. ( Cj/Sq/Yos/Fz )

Anda mungkin juga berminat