Di Tengah Wabah Virus Corona, Kejaksaan Gelar Sidang Online

151

SUMBAWA (Garudanews.id) – Sejak diberlakukan lockdown sementara sidang terbuka pekan lalu, akhirnya lembaga peradilan bersama penegak hukum, Rabu (01/04/2020), membuka acara sidang pidana pertama menggunakan sistem sidang On-line.

Adapun kasus yang disidangkan tersebut terkait tindak pidana pengrusakan pagar lahan tanah dikawasan Samota, melalui video conference dipimpin ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sumbawa Besar Dwiyantoro SH dengan hakim anggota Lucki Eko Adrianto SH MH dan Faqihna Fiddin SH didampingi Panitera Pengganti Yoshua Ishak Maspaitella SH yang berada diruang sidang.

Sementara itu, tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumbawa Jeffry G Lokopessy SH dan Dian Larantika Filintani SH berada di lantai III rumah Manggis 7 Kejari Sumbawa.

Sedangkan ketiga terdakwa Fachrussalam Julianto alias Juli dkk didampingi tim Penasehat Hukumnya dari LBH Yustisia Sumbawa Advocat Abdul Kadir SH, Syamsuddin SH dan Muhammad Erry Satriansyah SH berada di Rutan Lembaga Pemasyarakatan Sumbawa.

Sidang On-Line menggunakan aplikasi zoom itu berlangsung pada pukul 10.30 Wita hingga berakhir pukul 11.00 Wita, dengan agenda mendengarkan pembacaan putusan majelis hakim, yang intinya sangat sependapat dengan dakwaan tim Jaksa Penuntut Umum Kejari Sumbawa dan menyatakan keyakinannya kalau perbuatan tindak pidana pengrusakan atas pagar beton dilahan tanah kawasan Samota yang dllakukan oleh ketiga terdakwa Fachrussalam Julianto alias Juli, Mahmuda alias Uwa Uda dan Yunus Hardadi alias Jhon.

Ketiganya terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 170 ayat (1) KUHP jo Pasal 406 ayat (1) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Dengan mempertimbangkan sejumlah fakta yang terungkap di persidangan dari keterangan sejumlah saksi terkait, keterangan terdakwa dan sejumlah barang bukti yang diajukan, dakwaan dan tuntutan pidana tim Jaksa maupun pledoi pembelaan ketiga terdakwa yang disampaikan tim Penasehat Hukumnya, maka majelis hakim menjatuhkan vonis pidana masing-masing selama 4 bulan penjara dipotong masa tahanan sementara,” kata Katua Majelis Hakim.

Sementara sejumlah barang bukti berupa pagar beton beserta kawat yang rusak oleh terdakwa dikembalikan kepada pemiliknya, yakni saksi Imran Efendi.

Kendati putusan hakim lebih rendah dua bulan dari tuntutan Jaksa sebelumnya menuntut ketiga terdakwa masing-masing selama 6 bulan penjara.

Namun baik ketiga terdakwa bersama tim Penasehat Hukumnya maupun tim JPU Kejari Sumbawa, menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut, dan sesuai dengan ketentuan KUHAP maka diberikan kesempatan kepada para pihak untuk menentukan sikap apakah menerima putusan ataukah menyatakan banding dalam tenggat waktu selama 7 hari kedepan.

Sidang On-line yang berlangsung di tiga tempat itupun akhirnya ditutup dan dinyatakan selesai ditandai dengan ketukan palu hakim. (Hrm/Hnn)

Anda mungkin juga berminat