DPC PKB Kota Helat ‘Munggahan’ Guru Ngaji

149

BEKASI (Garudanews.id) – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi menggelar rutinitas tahunan jelang datangnya bulan suci Ramadhan, yakni munggahan bersama para guru ngaji di tengah Pandemi Corona.

Menurut Ketua DPC PKB Kota Bekasi, Ahmad Ustuchri bahwa guru ngaji di kampung kerap terabaikan sebagai penerima bantuan. Padahal, profesi pengajar non formal tersebut memiliki andil besar dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak bangsa.

Dirinya pun mengimbau kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tidak melupakan guru ngaji sebagai segmen penerima bantuan masyarakat terdampak Covid-19.

Ustuchri mengungkapkan, ada segmen yang terlewati, terabaikan, yaitu guru-guru ngaji, sebagai penerima bansos pemerintah.

“Beliau-beliau memang tidak meminta, tetapi juga kita sebagai orang yang pernah atau terus mendapatkan ilmu, bimbingan dari guru-guru ngaji ini, sudah sepatutnya pemerintah memperhatikan keberadaan dan keadaan mereka. Ketika pandemi semakin menunju puncaknya, terutama di hari-hari di bulan ramadhan ini,” ujar Ustuchri usai melakukan kegiatan Munggahan Bersama guru ngaji di Ponpes An-Nur Bekasi Utara, Senin (20/4/2020).

Dari pantauan dil okasi, DPC PKB Kota Bekasi mengadakan munggahan bersama guru-guru ngaji dengan tetap memperhatikan sosial distancing.

Acara berlangsung khidmat dan lancar, diawali dengan pembacaan tahlil dalam rangka munggahan atau ruwahan atau haul kepada orang tua yang sudah meninggal.

Ustuchri juga mengajak seluruh elemen masyarakat yang pernah belajar ilmu agama bersama guru ngaji di mushola atau majelis taklim, agar memperhatikan kondisi para guru ngaji tersebut.

PKB munggahan ini, lanjut Ustuchri
menjadi sebuah media untuk mengajak dan menginspirasi kepada sesama.

“Ayo sama-sama kita datangi guru-guru ngaji kita, bawa apa yang bisa kita persembahkan. Meskipun yang kita beri belum tentu dapat membalas jasa mereka yang sudah membimbing kita sampai hari ini, memberikan bekal kita sampai hari ini,” terang politisi yang duduk di Komisi I DPRD Kota Bekasi.

“Tapi setidaknya silahturahmi kita, tentu memperhatikan safe sosial distancing. Kegiatan ini menjadi obat kerinduan bagi mereka yang sudah membimbing kita,” tambah Ustuchri.

Dikatakannya, kegiatan yang dihelat tetap mengedepankan anjuran pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19.

Diketahui, dalam kegiatan Munggahan DPC PKB Kota Bekasi bersama Guru Ngaji, para pembimbing spiritual non formal itu menerima sembako, sirup dan kurma serta masker dan handsanitizer. (Adi)

Anda mungkin juga berminat