DPRD DKI Diminta Pikirkan Nasib Rakyat Jakarta Terdampak Corona

151

JAKARTA, (Garudanews.id) – Perekonomian warga Jakarta khususnya kalangan menengah kebawah paling terdampak dengan pandemic virus Corona yang melanda dunia saat ini.

Dengan kondisi work from home sesuai himbauan pemerintah. Masyarakat yang mengandalkan pendapatan harian, merasa kesulitan untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.
Di tengah kondisi Jakarta yang tidak menentu.

Sudah sepantasnya, jika para wakil rakyat yang datang mencari suara di pileg 2019 lalu, saat ini memberikan bantuannya pada masyarakat.

Ketua Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) DKI Jakarta, Syarief Hidayatullah mengingatkan agar wakil rakyat di DPRD DKI untuk peduli terhadap warga saat ini.

“Saya kira langkah yang paling tepat saat ini, bagaimana anggota DPRD DKI memberikan solusi nyata pada masyarakat. Khususnya dalam menghadapi persoalan virus corona yang setiap hari di DKI jumlah yang terjangkit terus bertambah. Kalau untuk pemilihan wagub, saya kira itu bisa ditunda hingga wabah virus Corona mereda,” ujar Syarief Hidayatullah kepada media ini, Kamis (2/3/2020).

Menurut pria berkumis tebal ini, hasil penelusuran dan komunikasi yang dilakukan GPMI DKI dengan masyarakat di ibukota.

Kekhawatiran utama masyarakat, ketika pandemi virus corona tidak kunjung berakhir. Masyarakat merasa was-was dengan pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, khususnya pemenuhan makan untuk anak dan istri.

“Dalam kondisi seperti itu dibutuhkan uluran tangan anggota dewan dan partai yang didukung di pileg lalu,” bebernya.

Lebih jauh, pria yang akrab disapa Syarief itu menilai saat ini gubernur DKI Jakarta, Anis Baswedan yang dibantu dengan SKPD dan Gugus Tugas Covid-19 sudah bekerja maksimal dalam mencegah penyebaran dan membantu para korban virus corona di Jakarta.

Karenanya, sangat keliru jika dikatakan saat ini Anis Baswedan membutuhkan pendamping dalam menangani persoalan virus corona di ibukota.

“Hasil yang dikerjakan gubernur sampai saat ini pun sangat memuaskan. Jika kerja gubernur dibantu dengan kepedulian anggota dewan pada masyarakat. Saya kira rakyat Jakarta akan merasa aman dan nyaman melaksanakan himbauan pemerintah untuk berdiam diri di dalam rumah,”jelasnya.

Dengan pertimbangan kondisi Jakarta seperti itu, sudah sepantasnya agar tahapan pilwagub, yakni penyampaian visi dan misi cawagub yang akan dilaksanakan pada Jumat 3 April 2030 ditunda hingga Jakarta kembali normal.

“Kalau pun penyampaian visi dan misi hanya diwakilkan 1 orang setiap fraksi, itu tidak akan efektif. Idealnya pemaparan visi dan misi cawagub harus dilakukan tanya jawab oleh 106 anggota DPRD DKI.

Jika ini dipaksakan, tentu kredibilitas wagub terpilih patut dipertanyakan karena tidak melewati seleksi yang ketat oleh para wakil rakyat,” tandasnya.(sfy)

Anda mungkin juga berminat