Mayoritas Anggota DPRD Wanita Takut Hadiri Pilwagub 6 April  karena Takut Corona

176

JAKARTA (Garudanews.id) – Sikap ngotot panitia pemilihan yang diketuai putra mantan Ketua Umum PP Muhamadiyah Din Syamsuddin, Farazandi Fidinansyah untuk tetap menggelar tahapan dan pemilihan wagub di tengah pandemic virus corona mendapatkan perlawanan dari mayoritas anggota dewan perempuan di Kebon Sirih.

Kaum ‘emak-emak’ yang pada periode 2019-2024 ini berjumlah 23 orang merasa khawatir, jika pilwagub dilaksanakan 6 April 2020 disaat masa tanggap darurat virus corona akan membahayakan bagi 106 anggota DPRD DKI.

“Hasil komunikasi saya dengan anggota dewan perempuan baik diinternal PDIP dan fraksi lain. Mayoritas keberatan dan tidak akan hadir jika pilwagub digelar pada masa tanggap darurat corona di Jakarta.Karena hal itu akan sangat membahayakan bagi anggota dewan dan tamu undangan yang hadir karena berpotensi terjadi penularan virus corona,” ujar anggota Fraksi PDIP, Cinta Mega kepada media ini, Kamis (2/3/2020).

Menurut anggota dewan tiga periode itu, DPRD sebagai mitra kerja eksekutif, harusnya bisa menjadi teladan dalam menekan angka penularan virus corona yang sudah mencapai 1.600 orang lebih. Apalagi, Jakarta saat ini menjadi epicentrum penularan virus corona.

“Jangan sampai DKI yang menjadi barometer untuk kota-kota besar di tanah air melakukan blunder. Negara maju saja kewalahan menghadapi virus corona, kok bisa kita yang ada di Jakarta menganggap enteng persoalan virus corona,” sindirnya.

Karena itu, loyalis Megawati ini pun berharap agar Panlih bisa menunda tahapan pilwagub lainya, seperti penyampaian visi dan misi yang akan digelar besok, 3 April 2020 mendatang via teleconference. Sebab, dikatakan Cinta Mega hal itu tidak akan berjalan maksimal karena hanya akan dihadiri segelintir anggota fraksi.

“Sudah lah, tunggu saja Jakarta normal dalam sebulan kedepan. Toh batas kadaluarsa pilwagub masih cukup panjang. Jangan mempercepat pemilihan, tapi malah membahayakan kawan-kawan anggota dewan lainnya. Sebab penderita positif corona tidak bisa terdeteksi secara pasti. Ini sangat berbahaya dan berpotensivl penularan jika pilwagub digelar,” tandas anggota dewan dari partai pemilik kursi terbesar di Kebon Sirih itu.

Anggota DPRD DKI dari Fraksi Demokrat, Neneng Hasanah ikut menyuarakan kekhawatiran anggota dewan dari kalangan perempuan. Politisi yang juga aktivis perempuan ini mengharapkan agar panlih melakukan penundaan pilwagub sesuai dengan himbauan yang diberikan Guberbur DKI Jakarta, Anis Baswedan.

“Tidak hanya saya secara pribadi yang merasa khawatir. Tapi juga semua anggota DPRD yang perempuan merasa takut. Karena kalau terjadi penularan, pastinya akan berakibat pada keluarganya,” beber Ketua DPC Demokrat Pulau Seribu ini.

Meski begitu, politisi yang akrab disapa Bunda ini berharap agar pimpinan dewan mengambil langkah cepat untuk konsultasi dengan Kemendagri.

“Pimpinan dewan harus melakukan komunikasi dengan Kemendagri tentang masa kadaluarsa pengisian wagub sesuai UU jika harus mengalami penundaan terus-menerus. Apakah dengan adanya wabah virus Corona ini bisa ada perpanjangan masa kadaluarsa pemilihan wagub. Itu yang harus segara mendapatkan kejelasan,” pinta anggota DPRD DKI tiga periode itu.

Ada pun 23 anggota DPRD DKI perempuan, diantaranya Ida Mahmudah (PDI-P),YukeYurike (PDI-P), Lauw Siegvrida (PDI-P), IndrawatiDewi (PDI-P),Cinta Mega (PDI-P),Ong Yenny (PDIP), Mery Hotma (PDI-P), Wa Ode Herlina (PDI-P), AgustinaH alias Tina Toon (PDI-P), Ima Mahdiah (PDI-P),Stephanie Octavia (PDI-P), Rany Mauliani (Gerindra), Asti Arimi Putri (Gerindra)Yuriah Dzinnun (PKS), Umi Kulsum (PKS), Solikhah (PKS), Neneng Hasanah (Demokrat), Nur Afni Sajim (Demokrat), Desie Christyana Sari (Demokrat), Wita Susylowati (Demokrat), Viani Limardi (PSI), Eneng Malianasari (PSI) dan Zita Anjani (PAN). (Sfy)

Anda mungkin juga berminat