Pasien PDP Meninggal Di Aceh Utara Negatif Covid-19

Mengetahui Negatif Covid-19, Satgas Gugus Tugas Cabut Isolasi Gampong Pulo Bang Trieng

413

Lhoksukon, (Garudanews.id) – Pandemi virus Covid-19 menjadi sorotan dunia saat ini. Wabah tersebut juga melanda indonesia beberapa waktu belakangan. Bahkan, bagi masyarakat atau warga yang meninggal, sering dikaitkan dengan akibat virus tersebut.

Seperi yang terjadi di Aceh Utara beberapa waktu lalu. Warga Gampong Pulo Bang Trieng, kecamatan Syamtalira Bayu yang sempat heboh karena jenazahnya dimandikan oleh warga setempat bersama keluarga. warga yang meninggal tersebut diketahui sebelumnya merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19.

Warga masyarakat resah lantaran alhamarhum merupakan PDP yang seharusnya mendapatkan perlakuan khusus dalam penanganan pemakamannya. Warga takut jika almarhum terjangkit Covid-19.

Namun, keresahan warga berkurang ketika mengetahui dari hasil pemeriksaan swap yang dikeluarkan oleh Balitbangkes Jakarta menunjukkan almarhum tidak terpapar virus corona Covid-19 (Negatif).

“Ini sesuai dengan keyakinan Bapak Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib yang pernah diberitakan sebelumnya, bahwa yang bersangkutan meninggal dunia bukan karena terpapar virus corona, tapi karena sakit infeksi empedu,” kata Andree Prayuda, SSTP, MAP, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Aceh Utara dalam rilis pers nya , Rabu (01/04).

Hasil tersebut ia dapatkan pada Senin (30/03) lalu yang melanjutkan hasil tersebut kepada keluarga serta warga yang sebelumnya cemas dengan status PDP almarhum. Menindaklanjuti hasil tersebut, pihaknya telah menyampaikan kepada Muspika Syamtalira Bayu dan seluruh Tim Gugus Tugas bahwa status isolasi terhadap Gampong Pulo Blang telah dicabut.

“Alhamdulillah, hasil ini sesuai dengan harapan Bapak Bupati, juga harapan kita semua, khususnya warga masyarakat Pulo Blang, Kecamatan Syamtalira Bayu, yang sempat diisolasi. Alhamdulillah, hari ini status isolasi telah dicabut,” kata Andree.

Sebelumnya, diberitakan Bupati Aceh Utara H Muhammad Thaib pada Jumat, 27 Maret 2020, menyebutkan EY yang saat itu berstatus PDP Covid-19 Aceh meninggal karena menderita infeksi empedu.

” Hal ini dikhawatirkan dapat menularkan virus Covid-19.” Sebut Andre. (Syahrul).

Anda mungkin juga berminat