Pos Covid-19 Aceh Utara Jadi Sarang Ular Cobra

874

LHOUKSUKON (Garudanews.id) – Shelter Blang Adoe yang sempat dipakai untuk menampung imigran Rohingya pada 2015 silam, kini difungsikan sebagai posko Covid-19 Kabupaten Aceh Utara untuk karantina orang dalam pemantauan (ODP) terkait virus Corona semenjak (06/04/2020) lalu.

Shelter Blang Adoe yang terletak di Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara itu, pada Kamis (28/05/2020) kemaren tepatnya H+ 6 I’dul fitri, kembali kedatangan tamu.

Tapi kali ini tamu tak di undang/diharapkan, yakni seekor ular Cobra. Kejadian tersebut  sontak  menggemparkan warga setempat. sehingga petugas pun menjadi resah semenjak ditemukan ular cobra dishalter tersebut.

Ular (uleue-red) cobra ditemukan oleh salah seorang anggota piket Pos covid Blang Adoe yang bernama Salahudin saat hendak pulang ke rumahnya.

“Masih nasib baik, salah satu petugas piket yang bernama salahudin dari anggota Tagana, baru habis piket mau pulang ambil kereta, ternyata ular masuk ke tangki kereta, hampir kena gigit oleh ular cobra, itulah resiko kami yang piket (di covid-19) tempat karantina Blang Adou,” ujar Wakil Ketua IPSM Aceh Utara Tgk Halim, MT Pase yang juga bertugas di posko yang sama.

Pos Covid-19 yang menelan anggaran ratusan juta rupiah itu rupaya tidak nyaman dijadikan sebagai tempat karantina, terkesan mengabaikan kesalamatan petugas jaga dan juga pasien corona itu sendiri dari serangan binatang berbisa.

Keresahan ini cukup beralasan di mana tempat yang disediakan tidak sesuai dengan jumlah anggaran yang ada. Tidak hanya petugas posko yang dibuat resah, tetapi warga juga ikut merasakannya.

“Kiban ilee peng cukop lee’ tadingoe diploat pemerintah, tapi lam umpung uleue dijak karantina ODP korona, kon puleh teuh, salah- salah mate dicatok lee Uleue,” ujar salah seorang warga dalam bahasa Aceh, yang enggan disebutkan namanya, Jum’at (29/05/2020).

Ungkapan tersebut dapat diartikan: “Bagaimana ini, kita dengar uang cukup besar diploat pemerintah, masak di dalam sarang ular para ODP yang dikarantinakan, bukannya sembuh, salah-salah malah mati dipatok ular”

Pernyataan tersebut merupakan luapan emosi warga yang tak terbendung dan sebagai bentuk untuk menyikapi kinerja pemerintah Aceh Utara dalam hal menangani Pandemi Covid-19.

Dengan anggaran yang begitu fantastis di gelontorkan untuk penanganan Covid-19 itu, tapi kenyataan terkesan cilet-cilet (main-main-red) (Syahrul)

Anda mungkin juga berminat