Jabar Dinilai Kalah Cepat Dibanding Jateng dalam Penanganan Warga Terdampak Corona

282

BANDUNG (Garudanews.id) – Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) menilai pemerintah Provinsi Jawa Barat lamban dalam menangani warga yang terdampak virus Corona atau Covid-19.

Ketua PMPRI, Rohimat mengatakan penanganan masyarakat terdampak Covid-19 yang dilakukan oleh Pemprov Jabar sangat berbeda jauh dengan apa yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Tengah.

Seperti baru-baru ini sempat viral di media sosial bahwa ada perantau asal Demak Jawa Tengah di Arcamanik Bandung yang mengaku sudah tidak memiliki uang buat kebutuhan hidup dan bayar kontrakan lalu mengadu melalui medsos kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

“Gubernur Ganjar langsung merespon membantu untuk alasan kemanusiaan warga Jateng perantau tersebut. Termasuk kemungkinan menangani biaya kontrak karena warga tersebut sudah beritikad baik untuk tidak mudik,” ujar Rohimat kepada wartawan di Bandung, Minggu (3/5/2020).

Menurut Rohimat meski kebijakan itu berbau politis dan merupakan sentilan bagi Pemprov Jabar, langkah itu sebagai bentuk empati kepala daerah kepada warganya di perantauan dalam menghadapi persoalan ekonomi akibat pandemi Corona.

Rohimat membandingkan, apa yang dijanjikan oleh Ridwan Kamil terhadap masyarakat terdampak Corona hingga saat ini tak kunjung datang. Meski telah didistribusikan, namun antara data dengan fakta tidak valid.

Padahal kata pria yang disapa Joker ini, sebelumnya sembilan program bantuan sosial (Bansos) yang dicanangkan oleh pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagaimana dipresentasikan Gubernur di Medsos resminya menyebut bahwa sebanyak 9,4 juta KK akan mendapatkan penyaluran bantuan ekonomi dampak pandemi Corona.

Bantuan provinsi itu diutamakan untuk menangani warga terdampak termasuk warga perantau telah dicanangkan untuk 1,86 juta KK dengan anggaran lebih dari Rp. 4 triliun. Bahkan untuk PSBB sampai 19 Mei 2020 mendatang, Pemprov Jabar menganggarkan Rp10,8 triliun.

“Suatu anggaran yang besar seharusnya bisa menangani masalah secara integral, tuntas, cepat dan profesional,” kata Joker.

Rohimat melihat bahwa warga sekarang benar benar sudah dalam kondisi perlu bantuan tidak perlu banyak presentasi modelling bantuan atau sapa warga.

“Tapi menunggu kardus bantuan dari gubernur datang cepat. Terlebih, dalam beberapa pekan ke depan lebaran, demikian juga bantuan tunai dari pemerintah pusat dan Kota Bandung,” tegas Joker.

Wajar saja, kata Rohimat, bila warga Bandung saat ini banyak yang nyinyir terhadap kebijakan Ridwan Kamil yang dinilai hanya mengumbar janji dan pencitraan semata.

“Seperti yang tengah ramai di Medsos, yang mengatakan, mana kardus bantuan dari Gubernur. Jangan-jangan kardus sudah numpuk di gudang Kantor Pos atau ternyata lambat karena kardusnya belum dicetak,” ujar Joker mengutip pernyataan warga yang viral di Medsos. (Meng)

Anda mungkin juga berminat