PMPRI Pertanyakan Garut Tidak Masuk Perpanjangan PSBB

Ditemukan Kasus Baru Positif Corona,

143

BANDUNG (Garudanews.id) – Gubernur Ridwan Kamil dinilai terlalu terburu-buru dalam membuat keputusan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar  (PSBB)di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Barat di tengah sosialisasi wacana penerapan news normal pemerintah pusat.

Ketua Pemuda Mandiri Peduli Rakyat (PMPRI) Rohimat alias Joker berpandangan, kajian epidemologi Pemprov Jabar seharusnya dibuktikan secara empiris, bahwa ternyata
di lapangan terutama di Jabar, kurva itu belum menunjukan penurunan secara stabil.

Apakah kondisi masih tentatif/fluktuatif. Sehingga kebijakan/keputusan harus benar-benar berdasarkan data otektik,
akurat dan akuntabel.

“Data tersebut juga semestinya dibuka secara transparan, tidak mungkin ada pergerakan kurva baik turun atau naik jika rapid tes tidak dilakukan secara masif dan
konsisten,” ujar Joker kepada garudanews.id, Sabtu (30/5/2020).

Pemprov Jabar melelui gubernur Ridwan Kamil dinilai latah, hanya karena pusat mengagendakan new normal. Tapi, kata Joker, sebetulnya ada yang lebih bagus dari itu, yaitu menjalankan fungsi kepala daerah yang benar-benar memperhatikan kondisi warganya secara objektif tanpa ada kepentingan misalnya ingin dijadikan percontohan dan lain-lain.

Ditegaskan Joker, pernyataan pejabat itu harus dipertanggungjawabkan. Artinya semakin sering berubah-ubah
hanya akan mencerminkan bahwa Pemprov itu sebetulnya tidak siap, tidak konsisten. Kajian-kajian berkaitan dengan pola pencegahan (kajian epidemoligi) Pemprov Jabar juga  patut dipertanyakan.

“Contoh, kasus di Garut itu merilis dari beberapa sumber data berkaitan dengan keputusan Gubernur itu tidak termasuk pada perpanjangan PSBB dan boleh menerapkan new normal. Padahal tidak mungkin Ridwan Kamil tidak tahu bahwa di Garut itu ada penambaham kasus baru di Kecamatan Selaawi, satu keluarga positif,” ungkapnya.

Berdasarkan penelusuran kejadian itu tidak mungkin berhenti dikeluarga itu. Artinya besar kemungkinan satu keluarga tersebut sudah berinteraksi dengan banyak orang

Oleh karena itu Joker menilai gubernur sangat gegabah bila memberikan peluang kepada Kabupaten Garut untuk
menerapkan new normal.

Padahal notabene new normal itu ditujukan sebagai upaya peningkatan kesehatan, membangkitkan perekonomian dan pendidikan agar kembali normal.

Seperti dalam bidang ekonomi agar dampaknya tidak meluas pada kebangkrutan industri dan PHK besar-besaran.

Menurut dia, publik tentu berpandangan bahwa kebijakan yang dikeluarkan Pemprov Jabar, kalau PSBB butuh anggaran sementara new normal gratisan. (Red)

Anda mungkin juga berminat