Ratusan Warga dan Polisi di Santa Cruz Berlutut Kenang George Floyd

130

CALIFORNIA (Garudanews.id) – Tidak semua unjuk rasa menuntut keadilan George Floyd berujung dengan kerusuhan dan bentrok antara pengunjuk rasa dan polisi. Salah satunya terlihat di daerah Santa Cruz, California.

Ratusan orang berkumpul di Santa Cruz, California pada hari Sabtu (30/05/2020) untuk berlutut mengenang kematia George Floyd. Ratusan orang tersebut terdiri atas warga sekitar dan polisi, termasuk Kepala Polisi, Andy Mills.

Aksi damai tersebut diunggah dalam media sosial Instagram Kepolisian Santa Cruz @santacruzpolice. Dalam foto tersebut juga terlihat sang Kepala Polisi, Andy Mills.

“SCPD sepenuhnya mendukung aksi protes damai di Kota Santa Cruz – dan kami selalu menjaga mereka tetap aman.” tulisnya dalam unggahan tersebut.

“Ratusan orang berkumpul di Pacific Avenue di Santa Cruz Sabtu pagi (30/05/2020), berlutut bersama untuk menghormati kenangan akan George Floyd dan memberikan keprihatinan pada aksi kekerasan polisi terhadap orang kulit hitam di negara ini.” tulisnya lagi, dikabarkan dari suara.

Unggahan tersebut juga memperlihatkan para anggota polisi mengenakan masker, mengingat saat ini sedang ada  wabah Covid-19.  Dan menuai beragam komentar positif dan mendukung aksi damai tersebut.

Dalam unggahan akun Twitter pribadinya, Andy Mills juga ikut berkomentar, “Sebagian kecil dari protes yang sangat damai. Black Lives Do Matter.”

Kepala Polisi tersebut sebelumnya mengeluarkan pesan kepada warga setempat mengenai kematian George Floyd dan mengutuk tindakan yang dilakukan oleh mantan polisi, Derek Chauvin.

“Tindakan Chauvin dan orang-orang di sekitarnya adalah kebalikan dari apa yang kita pandang sebagai tindakan yang baik. Petugas lain memiliki tugas untuk turun tangan dan menghentikan serangan kejam ini namun mereka gagal,” kata Mills.

Tony Mills telah membuat beberapa pernyataan dalam beberapa hari terakhir yang mengecam oknum polisi yang terlibat dalam kematian Floyd.

“Jika seorang petugas polisi melihat seorang penjahat berlutut di leher seorang petugas polisi yang mencekiknya hingga mati, apakah mereka akan menunggu untuk menangkapnya? apa bedanya?” tulis Mills dalam akun Twitternya.

Aksi dan komentar Mills ini ibarat penyejuk suasana di tengah kerusuhan yang terjadi antara para demonstran dan pihak kepolisian. Di beberapa kota besar di AS, polisi mengambil langkah tegas untuk mengendalikan para pengunjuk rasa dengan cara menembakkan gas air mata, peluru karet, dan bahkan menabrak mereka dengan mobil patroli.(qq)

Anda mungkin juga berminat