Tak Sanggup Bayar Kost, 15 Orang Nekat Mudik dalam Satu Mobil Menuju Garut

133

JAKARTA (Garudanews.id) – Dua mobil berpelat Jakarta yang diduga mengangkut penumpang dengan kapasitas berlebih terjaring saat memasuki Kota Bandung di exit tol Buahbatu. Dua mobil jenis MPV itu mengangkut masing-masing 14 penumpang dan 15 penumpang pria. Polisi yang berjaga di ruas jalan tersebut memberhentikan mobil dan meminta untuk kembali ke Jakarta karena mengakui kesalahan melanggar aturan yang berlaku. Petugas tidak memberikan sanksi berat, hanya melakukan pencatatan identitas.

Kanitlantas Polsek Bandung Kidul AKP Fiekry Adi Perdana mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Sabtu (23/5/2020). Petugas yang berjaga curiga saat kendaraan tersebut melaju secara ragu-ragu.

Setelah disuruh menepi, penumpang di dua mobil tersebut berdesakan. Ada yang dipangku, bahkan ada yang duduk di bawah kursi mobil. Bagian tengah dan belakang diisi masing-masing enam orang.

Saat ditanya, status penumpang didominasi mahasiswa, ada pula yang bekerja namun sudah dirumahkan. Mereka nekat pulang karena sudah tidak sanggup membayar uang sewa kost. Daerah yang mereka tuju kebanyakan di daerah Kabupaten Garut, hingga Kabupaten Ciamis.

“Yang (mobil) satu 15 orang, yang (mobil) satu lagi 14 orang. Kondisinya berdesakan, kasihan, ” kata Fiekry saat ditemui di cek poin penjagaan daerah Buahbatu.

“Kendaraannya diputarbalikkan. Mereka mengakui salah,” ucap dia lagi, dilansir dari merdeka.

Di cek poin Buahbatu, sedikitnya sudah ada 500 kendaraan yang diputarbalikkan karena melanggar aturan yang berlaku dan tidak menerapkan protokol kesehatan. Tak hanya yang mudik, banyak juga di antara penumpang kendaraan tersebut bertujuan untuk berbelanja.

Dia menduga, Buahbatu menjadi salah satu tempat tujuan belanja kebutuhan pokok karena ada banyak toko grosir. Ia dan petugas mengaku terus melakukan penjagaan dengan ketat selama pemberlakuan PSBB.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengakui ada peningkatan signifikan terhadap pergerakan atau mobilitas kendaraan di dalam kota dan dari luar kota Jawa Barat mengalami peningkatan signifikan.

Menurutnya, angka pergerakan kendaraan, termasuk yang di dalam kota berada di angka 40 persen. Ia khawatir hal ini bisa membuat lonjakan kasus covid-19. Untuk itu, ia meminta Polisi dan TNI membantu melakukan pengetatan di beberapa cek poin.

“Terjadi kenaikan lalu lintas dari 20-30 persen selama PSBB sekarang di minggu ini naik 40 persen. ini mengindikasikan banyak warga tidak bisa menahan diri utk tidak keluar rumah, rata rata berbelanja,” kata dia dalam konferensi pers beberapa hari lalu.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat, Hery Antasari menyatakan, peningkatan pergerakan masyarakat terlihat di jalur-jalur non arteri. Oleh karena itu, ia mengintensifikasi pengawasan sebagai realisasi larangan mudik di Jabar, sekaligus mewacanakan penambahan titik-titik penyekatan tambahan untuk mengantisipasi arus mudik.

Peningkatan pergerakan masyarakat antara lain terlihat di Gerbang Pasteur. Pada Minggu (17/5/20) ada sekitar 8.809 kendaraan yang melintas. Jumlah itu meningkat dua kali lipat pada Senin (16.328 kendaraan), Selasa (16.088 kendaraan), dan Rabu (18.273 kendaraan.(qq)

Anda mungkin juga berminat