Ada Tiga Fase New Normal Kota Bekasi

227

BEKASI, (Garudanews.id) – Menghadapi New Normal (Normal baru), Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengundang para pengelola pasar dan juga pimpinan dari Mall yang ada di Kota Bekasi. Dalam kesempatan itu nampak hadir juga Wakil Walikota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono, Dandim 0507/Bks Kolonel Inf. Rama Pratama, Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP. Alfian Nurrizal.

Walikota menjelaskan bahwa perekonomian di Kota Bekasi harus tetap berjalan, meskipun di tengah wabah Covid-19. Untuk itu, ia memanggil sejumlah pengusaha dan pengelola pasar untuk mempersiapkan new normal namun dengan tetap menjaga protokol kesehatan.

“Maka dari itu kami kumpulkan ini, dari data yang tertera dalam wabah Covid 19 ini bahwa tingkat kesembuhan semakin tinggi, angka kematian rendah karena pemusalaran meninggal di Kota Bekasi ada yang mendadak dan tidak ada berani mengurus maka dari itu masuk ke dalam kategori kematian berpenyakit khusus. Disamping itu, kemampuan kita dalam menghadapi ini, kita sudah siapkan alat untuk mengecek swab test berada di 2 titik yakni RSUD dr. Chasbullah Abdul Majid Kota Bekasi dan ada juga di Labkesda Dinas Kesehatan Kota Bekasi,” ujar Walikota Bekasi Rahmat Effendi di Stadion Patriot Chandrabhaga pada Selasa (02/06)

Fase new normal akan juga melibatkan para pelaku usaha usaha yang ada di Kota Bekasi, Wali Kota berpesan agar para pengusaha tidak melakukan Putus Hubungan Kerja (PHK). Namun, perusahaan menerapkan protokol kesehatan dengan penggunaan masker dan tetap menjaga kebersihan.

“Karena kita Pemerintah Kota Bekasi telah membagikan masker di tiap tiap wilayahnya, kepentingan sekarang dalam pencegahannya adalah menggunakan masker,” tambahnya.

Pra Fase Normal yang akan diterapkan sampai 1 Juni 2020 merupakan tahap pertama perencanaan yang akan melakukan identifikasi terhadap indikator physical distancing dan sosial distancing pada masing masing sektor.

Mengenai tahapan sosialisasinya pada pra fase normal untuk para pelaku usaha dan mall untuk melakukan menyiapkan alat termogan, hand sanitizer dan jika perlu penyediaan masker dan sarung tangannya untuk setiap pengunjung yang akan masuk, dengan itu kita bisa melihat keseriusan new normal dari warga sendiri bahwa ia telah ikut peraturan yang ada, karena kita juga telah mengikuti arahan dari Presiden yang menjadikan Kota Bekasi sebagai proto type Kota Kabupaten lain saat hadir di Sumareccon Mall Bekasi.

“Lakukan sosialisasi aktif dan pasif kepada target sektor dan memberikan saluran komunikasi mengenai penerapan new normal, jika tidak ada yang memakai masker, tidak diijinkan masuk” tegas Wali Kota.

Pada tanggal 1 Juni ini kita sudah memasuki Fase I – (Preparasi) 1 Juni 2020 sampai 7 Juni 2020 untuk membangun ketaatan protokol kesehetan yang menjadi output kesadaran masyarakat dalam menyikapi ketegasan protokol kesehatan. Berikut juga untuk tahapan monitoring dan evaluasi untuk melakukan pengujian efektivitas diantara faktor indikator yang disebutkan pada tahapan pre fase normal.

Pada Fase II – (Recovery) 8 Juni 2020 sampai 14 Juni 2020 untuk membangun kepercayaan masyarakat dengan melakukan penguatan jaringan pengamanan sosial untuk meredakan konflik sosial dan ekonomi san juga membangun aktivitas perekonomian.

Fase III – (Perubahan Struktur) 15 Juni 2020 sampai 30 Juni 2020 untuk melakukan perubahan struktur sosial dan ekonomi dengan mempertajam normalitas sektor di bidang kesehatan, dunia usaha dan jasa, perdagangan, pendidikan, pariwisata, dan transportasi dengan penerapan sistem aktivitas baru dengan tetap menggunakan protokol kesehatan yang ketat.

Untuk fase fase tersebut akan diterapkan bagi para pengusaha pasar ataupun pengelola mall, yang kita lakukan secara bertahap, semisalnya untuk pembukaan makanan santap saji yang awalnya hanya sistem take away, mulai di lakukan sistem makan ditempat akan tetapi hanya 50 persen dari perharinya, dengan bangku dan meja benar benar di terapkan jaraknya. (Mam)

Anda mungkin juga berminat