Diduga Malpraktik, Oknum Dokter Kandungan dan Anak Dilaporkan ke Polisi

338

BANTAENG (Garudanews.id) — Seorang dokter spesialis kandungan yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anwar Makkatutu Bantaeng dilaporkan ke polisi lantaran diduga melakukan malpraktik.

Didampingi Kuasa hukumnya dari DPP BAIN HAM RI Danial Maksud, Suami Nursanti binti Paggama (36) resmi melaporkan oknum dokter tersebut pada Minggu malam (31/5/2020).

Suami korban Anwar AS Bin Ambo Sakka (39) menjelaskan langsung kronologis kejadian bahwa istri yang diketahui bernama Nursanti, mengalami pendarahan sehingga pada hari Selasa, 12 Mei lalu keluarga tersebut ke RSUD Bantaeng.

“Kebetulan waktu itu tempat praktik dr.IN yang terbuka jadi dia periksa disitu,” ujar Anwar kepada wartawan, Senin (1/6/2020).

Nursanti pun membenarkan hal tersebut dan menjelaskan pula bahwa, pada malam selasa jam 2 Ia mengalami pendarahan. Kemudian pagi harinya ke rumah sakit Bantaeng. Setelah dilakukan periksaan oleh dr.iIN ia mengatakan kalau janin dalam kandungan Santi sudah hancur dan harus dikuret

“Setelah di USG dokter bilang kandungan ibu sudah hancur dan harus dikuret, sempat saya bertanya apakah kandungan saya tidak bisa dipertahankan kata santi, tapi dokter bilang tidak bisa karena sudah hancur, dan saya dirujuk ke RS Anwar Makkatutu Bantaeng,” ungkapnya.

Selanjutnya Sant disuruh ke unit gawat darurat (UGD) malam Rabu sudah shalat magrib kemudian hari Kamis tanggal 14 mei 2020 dikoret lalu keesokan harinya Santi keluar di rumah sakit.

Selama pasca kuret Santi mengalami perasaan mual dan tidak berselara makan sama sekali, serta kandunganku terasa perih.

“Saya menunggu jadwal kontrol dari dr.IN pada 26 Mei Santi pun ker umah sakit kontrol bersama pasien lainnya

“Namun saya kecewa saat kontrol kembali dokter yang menangani tersebut malah bingung dan mengatakan mungkn bukan pasienku kenapa ini di dalam masih ada dan utuh,” tutur Santi.

Kemudian dilakukan USG yang kedua kalinya guna memastikan apakah janin masih ada atau sudah hancur. Pada jam yang sama, kata Santi, hasilnya tetap masih utuh bahkan Santi dicurigai bukan pasien dari dokter yang kuret.

“Sangat disayangkan hasil kerjanya sendiri dia bingung,” ucapnya

Bersamaan itu pula, ia difoto dan diberi obat. Namun Santi mengaku minum hanya beberapa biji Karena mengalami sesak tak menentu.

“Akhirnya suami saya ajak kembali ke rumah sakit Anwar Makkatutu pada tgl 28 dan saya ditangani dokter kandungan lain yaitu dr,Yusri. Dari hasil USG ternyata kandunganku masih utuh dan hanya ada cabikan-cabikan,” ungkapnya.

Dengan adanya dugaan malpraktik tersebut suami korban langsung melaporkan ke polisi atas peristiwa yang dialami oleh istrinya tersebut. Rencananya besok, Selasa (2/6/2020) Nursanti akan di BAP.

Hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi dari oknum dokter maupun pihak rumah sakit tersebut. (Jf/Hnn)

Anda mungkin juga berminat