Disdik Jateng Janjikan SMAN Tawangmangu Tahun Depan

659

KABUPATEN KARANGANYAR (Garudanews.id ) – Akhirnya warga Tawangmangu bisa tersenyum ceria, pasalnya, Pemprop Jawa Tengah akan merealisasikan keinginan warga untuk memiliki SMA Negeri sendiri.

Hal tersebut, berawal dari kebingunan para wali murid untuk menyekolahkan anaknya ke sekolah negeri. Akibat sistem zonasi, keinginan itu pupus karena jauhnya jarak yang akhirnya kalah dengan siswa – siswi yang dekat dengan sekolahan.

Masyarakat terus berjuang, dengan melakukan pertemuan membahas permasalahan tersebut dan solusinya. Pada hari Sabtu, (27/06/2020) kemarin, mereka melakukan pertemuan antara tokoh masyarakat dan Camat Tawangmangu. Sebelumnya, beberapa perwakilan dari Wali murid di undang Kadisdik Pemkab Karanganyar yang juga di hadiri perwakilan Disdik Propinsi membahas permasalahan susahnya masuk Sekolah Negeri dan mengusulkan di bangunnya SMA Negeri di Tawangmangu.

Gayung bersambut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Jumeri, menjanjikan akan membuat kelas jarak jauh di Tawangmangu dan 2 Kecamatan lain di Jawa Tengah. Yakni, Tawangmangu Kabupaten Karanganyar, Gebok Kabupaten Kudus dan Pagentan di Banjarnegara.

“Pemilihan tiga Kecamatan itu merupakan hasil kajian mendalam. Sebab, di tiga kecamatan itu sama sekali tidak ada sekolah SMA/SMK nya, baik negeri maupun swasta. Kalau di Kecamatan lain yang memang tidak ada sekolah negerinya, di sana sudah ada sekolah swasta,” ujarnya.

Kecamatan Tawangmangu dan Gebog, akan dibuat kelas jarak jauh SMA. Sementara di Kecamatan Pagentan Banjarnegara, kelas jarak jauh yang akan dibuatkan adalah SMK.

“Di Tawangmangu dan Pagentan itu akan ada dua kelas jarak jauh, sementara di Gebok hanya akan ada satu kelas. Setiap kelas, siswanya bisa menampung 36 orang,” terangnya.

Pembuatan sekolah jarak jauh di tiga Kecamatan itu merupakan inisiatif dan usulan masyarakat. Setelah pengajuan masuk dan dilakukan kajian, maka disetujui adanya kelas jarak jauh di tiga kecamatan itu.

“Untuk proses perekrutan siswa direncanakan pada awal Juli nanti. Prosesnya nanti offline, tidak online seperti PPDB yang sudah dilakukan saat ini,” ucapnya.

Terkait pembangunan sekolah fisik di daerah-daerah itu, Jumeri mengatakan ada kemungkinan. Namun tentunya, proses itu tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat.

“Kalau yang sudah masuk program kan pembangunan 15 SMK Negeri Jateng Boarding School di 15 Kabupaten/Kota yang masuk zona merah kemiskinan. Tahun ini rencananya, 15 SMK Negeri Jateng Boarding School itu akan kami bangun, dan tahun depan sudah bisa menerima siswa baru,” pungkasnya.  (Cj/yos/sq)

Anda mungkin juga berminat