Dua Kelompok Warga Ini Tolak Akses Perumahannya Dilalaui untuk Pembangunan Perumahan Baru

135

SIDOARJO (Garudanews.id) – Sejumlah warga memprotes akses jalan perumahannya dilalui untuk proses pembangunan perumahan Mutiara City yang melintasi perumahan Perumahan Mutiara Harum dan Perumahan Mutiara Regency, yang berada disekitar wilayah Kabupaten Sidoarjo. Protes warga itu ditandai dengan pemasangan baliho besar di dua perumahan tersebut.

Warga yang melakukan protes tersebut merupakan pihak dari perumahan Mutiara Regency, RT.36/37, RW.16, Kelurahan Banjar Bendho, Kecamatan Sidoarjo, dan Mutiara Harum, RW.07, Kelurahan Jati, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo.

Marzuki Winarno, warga asal perumahan Pondok Mutiara Harum, Blok AC 3 mengaku menolak keras adanya aktifitas pembangunan Mutiara City yang akan menggunakan akses di Pondok Mutiara Harum dan Mutiara Regency.

“Kami selaku pihak warga setempat tidak pernah diajak untuk melakukan rapat kordinasi maupun pertemuan oleh pihak Mutiara City,” tegas Marzuki Winarno, Sabtu (27/6/2020).

Hal yang sama diungkapkan Mohamad Rohmadi, selaku warga Mutiara Regency, Blok D 35. Menurut dia, warga Mutiara Regency tidak pernah diajak untuk melakukan kordinasi atau berembuk soal akan adanya Mutiara City.

“Kami tidak pernah sama sekali diajak berbicara apapun oleh pihak Mutiara City, yang nantinya akan menggunakan akses keluar masuk satu pintu di perumahan ini,” tegas Mohamad Rohmadi.

Mohamad Rohmadi juga menyayangkan adanya oknum dari pengurus RW setempat yang konon telah bertemu dengan pihak Mutiara City, dan hingga sampai mengklaim ada warga Mutiara Regency yang menyetujui rencana itu.

“Itu warga yang mana?, semua warga Mutiara Regency ada disini ikut protes dan tanda tangan sebagai bentuk penolakan, saya juga prihatin ada warga yang menghadiri rapat lain serta diklaim telah menyutujui,” tambah Rohmadi.

Dirinya juga menegaskan dalam soal rencana proyek Mutiara City yang berada di belakang perumahannya, bahwa dari pihak warga tidak mempermasalahkannya dan tidak menghalangi dalam soal bisnis ini.

Akan tetapi pria yang menjabat sebagai Kajari Kabupaten Kediri itu merasa keberatan apabila nantinya aktifitas Mutiara City yang rencananya dibangun perumahan sekitar 700 unit, Mall, dan Apartemen 3 tower itu akan ada one gate dengan lewati akses jalan di depan perumahanya.

“Yang pastinya akan berdampak kenyaman di lingkungan saya,” tandasnya.

“Silakan melalui akses lain yang masih banyak. Apalagi untuk proyek Mutiara City sudah beda pengembang dengan Mutiara Regency maupun Mutiara Harum, dan kedua (2) perumahan ini  sudah diserahkan ke Pemkab Sidoarjo, untuk itulah kita minta Pemkab mendengar aspirasi warga,” tambah dia.

Ketika disinggung terkait dengan masalah kompensasi?, Mohamad Rohmadi menegaskan bahwa, dari pihak warga tidak pernah ada yang mengajukan kompensasi, warga juga keberatan dalam promosi mencantumkan ada satu pintu yang seakses dengan Mutiara Harum serta di Mutiara Regency.

“Tuntutan warga, jangan melalui akses jalan ini untuk kegiatan Mutiara City nantinya, silakan pilih akses jalan lain yang masih banyak,” tegas Rohmadi. (Hnn)

Anda mungkin juga berminat