LAMI Minta Kejari Palangkaraya Tuntaskan Kasus Pembangunan Sumur Bor

224

PALANGKARAYA (Garudanews.id) – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) mendukung Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi pembangunan sumur bor yang telah menetapkan dua tersangka.

“Kami meminta kejaksaan untuk menyeret semua pihak yang terlibat dan menyita kerugian negara untuk dikembalikan ke kas negara,” ungkap Koordinator DPP LAMI, Suganda kepada media.

Sementara itu, Ketua DPD LAMI Provinsi Kalimantan Tengah, Marliansyah, mengaku pihaknya akan terus mengawal kasus tipikor tersebut sampai tuntas.

“Penegak hukum harus mengembangkan kasus tersebut dan menetapkan tersangka lain yang terlibat,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Palangkaraya, Kalimantan Tengah telah menetapkan dua tersangka A dan MS dalam kasus dugaan korupsi pembangunan sumur bor. Penetapan tersangka ini setelah penyidikan kasus yang diduga merugikan keuangan negara Rp 933 juta ini berlangsung selama lima bulan.

Keduanya merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Tengah dan konsultan pengawas dari PT Kalakap.

“Dugaan sementara kerugian negara Rp 933 juta dan masih mungkin bertambah tersangka dan jumlah kerugian, karena karena sedang dalam penyidikan dan pengumpulan alat bukti, ” kata Kepala Kejari Palangka Raya, Zet Tadung Alo. (red)

Anda mungkin juga berminat