Palsukan Dokumen Rapid Test, Staf RS dan Perawat di Tapanuli Tengah Ditangkap

113

SUMUT (Garudanews.id) – Kebutuhan rapid test di masa pandemi Covid-19 dimanfaatkan oleh orang tidak bertanggung jawab untuk mengumpulkan pundi-pundi uang. Dua di antaranya ditangkap di Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, karena diduga memalsukan dokumen hasil pemeriksaan itu.

Kedua orang itu ditangkap setelah Polisi menyelidiki penemuan surat hasil rapid test yang diduga palsu di Pelabuhan penyeberangan ASP Kota Sibolga pada Jumat (26/6) sekitar pukul 20.00 Wib.

“Dari hasil penyelidikan tim Satreskrim, kita berhasil mengamankan 2 orang yang diduga sebagai pelaku pemalsuan pada Sabtu (27/6/2020),” kata Kasubag Humas Polres Sibolga, Iptu R Sormin, Minggu (28/6/2020).

Kedua orang yang ditangkap masing-masing seorang pria, MAP (30), warga Jalan Sibuluan Nalambok, Sarudik, Tapteng, dan seorang perempuan EWT (49), warga Jalan Padang Sidempuan, Hutabalang, Badiri, Tapteng. MAP merupakan perawat di Klinik Yakin Sehat, Sibuluan Nalambok, Sarudik, Tapteng. Sementara EWT merupakan ASN rumah sakit.

Polisi awalnya menangkap EWT di Jalan Sisingamangaraja, Pancuran Dewa, Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sabtu (27/6/2020) sekitar pukul 10.00 Wib. Setelah diinterogasi, perempuan ini mengaku melakukan pemalsuan itu bersama MAP di Klinik Yakin Sehat.

 

Pengakuannya diselidiki, keberadaan MAP pun diketahui. “Sekitar 1,5 jam berselang, pria itu ditangkap di Jalan Padang Sidempuan Gang Karya, Sibuluan Nalambok,” jelas R Sormin.

Dari tangan para tersangka disita barang bukti berupa 52 rangkap fotokopi hasil laboratorium patologi klinik, 24 rangkap surat hasil laboratorium patologi klinik, 43 alat suntik bekas, 1 lembar kertas kuning pemeriksaan laboratorium, 1 alat rapid test bekas, 2 buah alat suntik baru, sepasang sarung tangan karet, 2 buah tabung edta, 1 spidol hitam, 1 pulpen, 2 buah potongan selang infus dengan panjang sekitar 50 cm, 93 plaster penutup luka, 2 unit hp, dan uang tunai Rp350.000.

“Karena pemalsuan dilakukan di Klinik Yakin Sehat di Sibuluan Nalambok, Sarudik, Tapanuli Tengah, serta dengan adanya laporan polisi yang telah dibuat atasan EWT yang tanda tangannya dipalsukan di Polres Tapanuli Tengah, sehingga setelah dilakukan gelar perkara diperoleh kesimpulan bahwa untuk penyelidikan lebih lanjut Polres Sibolga disarankan melimpahkannya ke Polres Tapanuli Tengah,” tutup Sormin, dikutip dari merdeka.(qq)

Anda mungkin juga berminat