Pemprov DKI Perpanjang Penerapan PSBB, Rumah Ibadah Kembali Dibuka

119

JAKARTA (Garudanews.id) – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang telah berjalan sejak 10 April lalu. Dengan perpanjangan PSBB ini, Anies menyebut Jakarta memasuki masa transisi selama Juni 2020.

“Kami di Gugus Tugas Covid DKI kita memutuskan untuk menetapkan status PSBB di DKI Jakarta diperpanjang dan menetapkan Juni sebagai masa transisi,” ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Namun, Anies tak menyebut sampai kapan perpanjangan PSBB ini dilaksanakan. Ia hanya menyatakan sampai selesai. Menurutnya, jika masih terdapat penyebaran virus corona, pihaknya bisa kembali memperpanjang PSBB.

Anies mengatakan kegiatan sosial dan ekonomi sudah bisa dilakukan secara bertahap, tetapi ada batasan yang harus ditaati dalam masa transisi ini. Ia pun menambah sejumlah sektor yang boleh dibuka dengan pembatasan dalam periode transisi fase pertama ini.

Meskipun demikian, Anies menegaskan aturan pemberian sanksi dalam pelaksanaan PSBB tetap berlaku selama periode transisi ini. Menurutnya, masyarakat yang tak memakai masker saat beraktivitas akan tetap diberi sanksi sosial hingga denda Rp250 ribu.

Selama masa transisi ini, kata Anies, masyarakat yang sehat boleh berkegiatan di luar rumah. Kemudian semua kegiatan apapun di semua tempat dibatasi 50 persen dari kapasitas maksimal.

Selain itu, warga lanjut usia, anak-anak, dan ibu hamil dilarang mengikuti kegiatan. Masyarakat juga tetap wajib memakai masker ketika beraktivitas ke luar rumah. Jaga jarak satu meter, cuci tangan, dan tetap memperhatikan etika batuk di tempat umum.

Sejumlah Tempat Dibuka

Sebagaimana CNN Indonesia melaporkan, bahwa mulai hari ini, Jumat (5/6/2020)  Pemprov DKI menambah sektor yang boleh buka dalam masa transisi ini. Gubernur Anies menyebut rumah ibadah, seperti masjid, musala, gereja, vihara, hingga klenteng sudah mulai dibuka, tetapi hanya untuk kegiatan rutin. Kegiatan ibadah kelompok kecil, yakni kurang dari 25 orang juga dibuka besok

“Di masa transisi ada beberapa pertama, tempat kegiatan ibadah, sudah bisa dimulai pada pekan pertama,” ujar Anies.

Kemudian Anies juga membuka tempat kerja dan tempat usaha, meliputi perkantoran, rumah makan (mandiri non-pertokoan), perindustrian, pergudangan, pertokoan,retail, showroom (mandiri), serta layanan pendukung, seperti fotokopi, bengkel, servis, mulai Senin 8 Juni mendatang.

Selanjutnya, UMKM binaan Pemprov DKI dibuka mulai 13 Juni. Mal atau pusat perbelanjaan dan pasar nonpangan kembali dibuka mulai 15 Juni. Sementara itu, taman rekreasi indoor dan outdoor, serta kebun binatang dibuka mulai 20 Juni.

“Kami akan sampaikan detil protokol akan disebarluaskan sehingga seluruh masyarakat bisa baca secara rinci. Sebagai contoh pasar, kapasitas 50 persen. Artinya kios-kios, toko-toko di dalam dibuka berdasarkan hari, toko ganjil buka di tanggal ganjil, toko genap dibuka di tanggal genap,” kata Anies.

Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu juga akan membuka fasilitas olahraga outdoor mulai 5 Juni. Museum, galeri, perpustakaan dibuka mulai 8 Juni. Sedangkan taman, RPTRA, dan pantai dibuka mulai 25 Juni. Namun, Anies belum membuka sekolah saat masa transisi ini. (red)

Anda mungkin juga berminat