Presiden Beri Peringatan Keras bagi Pelaku Korupsi Dana Covid-19

Kapolri Langsung Merespon

171

JAKARTA (Garudanews.id) – Pemerintah telah menggelontorkan dana Rp677 triliun untuk menanggulangi bencana non alam Covid-19. Dengan dana yang tidak sedikit itu, celah korupsi bisa saja dilakukan oleh oknum pejabat. Baik itu di pemerintah pusat maupun daerah. Oleh karenanya, dalam amanatnya Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta kepada penegak hukum agar bertindak keras terhadap siapa pun yang mengorupsi dana tersebut.

Presiden Joko Widodo mengatakan anggaran sebanyak Rp677 triliun akan digunakan untuk menanggulangi wabah virus corona. Dengan anggaran sebesar itu, tentu rentan terjadinya korupsi. Ia pun tidak segan-segan untuk menindak tegas siapa pun yang melakukannya.

“Saya ingin tegaskan bahwa pemerintah tidak main-main soal akuntabilitas, pencegahan harus diutamakan, tata kelola yang baik harus didahulukan. Tetapi kalau ada yang masih membandel, kalau ada niat untuk korupsi, ada mens rea, maka silahkan digigit dengan keras. Uang negara harus diselamatkan. Kepercayaan rakyat harus terus kita jaga,” ungkapnya dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2020, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2020).

Ia juga mengajak semua pihak termasuk masyarakat untuk mengawal penggunaan dana penanggulangan Covid-19 ini, agar tepat sasaran dan Indonesia bisa segera pulih dari pandemi ini

Terkait dengan pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo, Kapolri Jenderal Idham Azis langsung merespons cepat untuk mengawasi penggunaan anggaran penanganan virus corona sebesar Rp 677,2 triliun tersebut. Jenderal bintang empat itu berjanji untuk menindak pelaku korupsi selama pandemi Covid-19.

Kapolri menegaskan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk menindak tegas siapa saja pihak yang berani menyelewengkan dana yang digelontorkan pemerintah untuk membantu perekonomian warga di tengah pandemi Covid-19.

“Dalam situasi kondisi pandemi seperti ini apabila ada yang menyalahgunakan maka Polri tidak pernah ragu untuk sikat dan memproses pidana,” ujar Jenderal Idham Azis dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin (15/6/2020).

Idham menegaskan, bahwa korps baju cokelat telah membentuk satuan tugas (satgas) khusus di bawah komando Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menyebut bahwa satgas itu tidak akan segan-segan menindak oknum yang menyalahgunakan dana yang dikhususkan bagi rakyat itu.

“Polri sudah membentuk satgas khusus di bawah kendali Kabareskrim,” tegas Idham.

Bekas Kadiv Propam Polri ini juga mengingatkan agar semua pihak jangan sampai menyalahgunakan kelonggaran aturan penggunaan dana Covid-19 dengan tujuan memperkaya diri.

“Presiden sudah mempermudah proses pencairan dana COVID-19. Awas, siapa saja yang ingin bermain curang, akan saya sikat. Hukumannya s berat,” tegas Idham. (Red)

Anda mungkin juga berminat