Rhoma Irama Bantah Tudingan Bupati Bogor Soal Pelanggaran PSBB

385

BOGOR (Garudanews.id) – H. Rhoma Irama memberikan klarifikasi lewat video terkait tudingan Bupati Bogor Ade Yasin yang menganggap bahwa ia melanggar PSBB Proporsional. Dirinya juga menyesalkan sikap Bupati yang akan memproses hukum.

“Sebenarnya begini, bahwa saya datang atas undangan dari pak Surya, namun dengan catatan dan sudah komitmen tidak akan menampilkan Soneta grup, jadi saya datang sendirian dengan pakaian sederhana karena undangan pak Surya itu kumpul-kumpul saja, sampai di sana ternyata sudah ramai, undangan resmi, karangan bunga banyak dan di sana juga saya lihat panggung, bahkan artis ibukota tampil disana, jadi saya pikir ini sudah aman,” ujar H. Rhoma Irama dalam video klarifikasinya pada Selasa (30/06/2020)

Bahkan dikatakan raja dangdut itu, pada acara tersebut sudah berjalan sebelum ia datang, bahkan penampilan wayang golek dan panggung live musik yang seharusnya diketahui oleh Bupati.

“Ini buat saya aneh saja, seandainya memang mau diproses secara hukum tentunya ibu Bupati yang punya wilayah begitu berdiri panggung sejak hari Sabtu mustinya dilarang kalau memang tidak boleh, malamnya ada wayang golek mustinya dilarang, paginya ada live musik seharusnya dilarang, saya datang sore hari tapi tiba-tiba kenapa saya jadi sasaran,” tambahnya

Menurutnya, statemeant Bupati yang akan mempidanakan dirinya salah sasaran dan berlebihan. Sebagai tamu ia hanya memenuhi undangan tuan rumah. Ia berharap pernyataan bupati Bogor Ade Yasin yang akan memproses hukum dirinya tidak serius.

“Saya harap saja bupati mungkin saja heureuy (becanda) sebab kalau memang serius, sebenarnya yang bertanggung jawab yang menyelenggarakan pagelaran, saya hanya undangan kalau saya undangan harus bertanggung jawab berarti seluruh undangan yang hadir di situ harus diproses secara hukum juga,” katanya.

Ia berharap bahwa permasalahan tersebut cepat selesai atas klarifikasi dirinya. Ia kembali menekankan bahwa tidak ada live konser Soneta di acara tersebut.

“Mudah-mudahan ini menjadi clear, dan saya rasa rakyat menjadi bingung kalau prosesnya seperti ini, jadi clear, saya undangan, tidak ada live konser oleh Soneta grup,” imbuhnya.

H. Rhoma Irama juga sempat memberikan tausiah, pada saat itulah ia diminta oleh para hadirin dan tamu undangan untuk menyanyikan beberapa lagunya. Ia pun meladeni keinginan tamu yang akhirnya menjadi awal permasalahan.

“Pada saat di panggung saya memberikan tausiah itu pasti saya didaulat untuk menyanyi dan saya menyanyikan satu dua buah lagu, dan itu hal yang wajar sekali, normal dan wajar selesai itu saya pulang,” katanya.

Diketahui sebelumnya, Bupati Bogor Ade Yasin mengaku kesal kepada Rhoma Irama lantaran diduga tetap manggung di tengah wabah pandemi covid-19. Acara tersebut diselenggarakan di Pamijahan Bogor pada Minggu 28 Juni 2020.

“Tapi ternyata Bung Rhoma tetap datang dan manggung, tidak mengindahkan peraturan itu. Padahal Kabipaten Bogor masih dalam masa PSBB Proporsional sampai 2 Juli mendatang,” tegas Bupati Bogor Ade Yasin yang juga sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor ini, Minggu (28/6/2020).

Dia meminta semua di proses secara hukum siapa pun orangnya yang melanggar aturan.

“Jadi jangan sampai Kabupaten Bogor menjadi epicentrum Covid-19 karena ulah orang otang uang tidak nertanggung jawab,” tandasnya (mam/ded)

Anda mungkin juga berminat