Terdampar di Pesisir Pantai, 94 WNA Etnis Rohingya Tidak Diizinkan Mendarat di Aceh Utara

224

LHOKSUKON (Garudanewsid) – Sebanyak 94 WNA asal Myanmar etnis Rohingya yang terdampar di pesisir pantai Aceh Utara sejauh 4 Mil yang ditemukan oleh tiga nelayan Aceh Utara tidak diizinkan untuk mendarat di wilayah Aceh.

Danrem 011 Lilawangsa, Kolonel Inf Sumirating Baskoro kepada media ini pada Rabu (24/6/2020) malam di TPI Dayah Tuha Kecamatan Syamtalira Bayu mengatakan, bahwa pihaknya setelah melakukan koordinasi bersama stekhokder akhirnya memutuskan tidak mengizinkan pendaratan terhadap 94 WNA tersebut dengan berbagai pertimbangan.

Namun demikian pihaknya tetap memberikan logistik, seperti makan minum. Menurut rencana Kamis (25/6/2020) hari ini, mengirimkan mekanik untuk memperbaiki kapal.

“Setelah itu kita lengkapi logistiknya termasuk BBM. Kita akan dorong lagi keluar dari perairan Indonesia di bawah pengawalan Lanal /Polair,” jelas Danrem.

Menurut Danrem, tidak diizinkannya 94 warga Rohingya untuk mendarat di Aceh bukan tanpa alasan. Sebab ia khawatir dengan kesehatan mereka apalagi saat ini sedang dalam kondisi darurat Covid-19. Kemudian, kata Danrem, jika ini berhasil masuk dikhawatirkan akan bertambah masalah.

“Kondisi saat ini kapal mereka karam. Kemudian ditolong oleh nelayan kita, saat mereka menumpangi kapal nelayan kita ini lah yang terjadi dan kapal nelayan kita lah yang ditarik,” ujarnya.

Sementara itu Asisten perekonomian dan Pembangunan Risawan Bentara mengatakan, bahwa kebijakan ini merupakan keputusan bersama untuk tidak melakukan pendaratan.

“Pihak pemerintah  Aceh Utara   besok akan melakukan pengecekan terhadap WNA tersebut sesuai dengan protokol kesehatan,” imbuh Risawan.

Untuk diketahui sebelumnya Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto menyatakan penemuan 94 warga etnis Rohingya tersebut awalnya ditemukan oleh nelayan Aceh.

“Tiga awak kapal Nelayan Aceh mengevakuasi ke 94 WNA itu ke kapal mereka sebab kapal barang yang sebelumnya dinaiki etnis Rohingnya itu ditemukan akan tenggelam di tengah laut,” kata AKBP Tri Hadianto.

Kemudian, jelas AKBP Tri, KM Nelayan 2017.811 yang membawa WNA Rohingnya ini diketahui dalam kondisi rusak terombang ambing dijarak 4 mil arah laut dan tim gabungan TNI/POLRI telah datang melihat kondisi kapal.

“Dari 94 WNA etnis Rohingnya itu terdiri dari 15 orang lelaki dewasa, 49 wanita dan 30 anak,” sebut AKBP Tri Hadianto.

Dan Sebelumnya pihak TNI Polri Bersama Tim SAR BPBD Aceh Utara akan melakukan evakuasi puluhan warga Rohingya ke TPI Dayah tuha Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara dan seluruh warga Rohingya itu akan dilakukan pemeriksaan kesehatan serta pendataan. (Syahrul)

Anda mungkin juga berminat