Imbas Covid-19 Angka Kemiskinan Bertambah

Perkumpulan Mahasiswa Indonesia di AS Adakan Penggalangan Dana Melalui Konser Virtual

113

JAKARTA (Garudanews.id) – Pemerintah Indonesia telah menerapkan ‘kenormalan baru’ untuk mendorong pertumbuhan ekonomi namun angka kemiskinan diperkirakan tetap meningkat sebagai imbas dari Covid-19.

Perkumpulan mahasiswa Indonesia di Massachusetts berinisiatif mengadakan penggalangan dana melalui konser virtual memperkuat masyarakat rentan terdampak Covid-19 melalui Foodbank of Indonesia (FOI) di Gerakan #BagiAsa khususnya lansia dan pekerja informal harian.

Konser bertajuk Untuk Indonesia ini bekerjasama dengan seniman Indonesia akan dilakukan secara live streaming di tanggal 4 juli 2020 dan uang hasil penggalangan tersebut akan seluruhnya diberikan untuk memberikan bantuan pangan.

Angka kemiskinan diperkirakan kembali meningkat karena imbas dari Covid-19. Meski belum bisa memastikan berapa peningkatan Covid-19 ini, angka kemiskinan dapat kembali menembus 10% hingga 12% pasca COVID-19. Walau telah memasuki era “kenormalan baru”, kondisi masyarakat di tengah pandemi masih belum stabil.

Pandemi menyebabkan penghasilan masyarakat merosot drastis  dan tentu menyebabkan gangguan akses pangan.   Padahal, pangan merupakan salah satu hal yang penting terutama untuk masyarakat kita yang banyak berada di garis kemiskinan. Permintaan bantuan makanan selama krisis COVID-19 yang diterima FOI terus meningkat.

FOI ekerja sama dengan gerakan #BagiAsa yang telah dilakukan dari bulan April untuk membagikan bansos berupa sembako dan makanan siap saji ke kelompok rentan.

Kelompok rentan yang disasar pada program ini adalah lansia dan pekerja informal. Menurut data BPS februari 2020 mencatat jumlah pekerja informal di Indonesia mencapai 56,5% atau setara dengan 70,4 juta orang. Jumlah ini menggambarkan potensi masyarakat yang rawan akan kemiskinan di Indonesia.

Mereka, kelompok rentan, terancam bahaya karena mereka tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan harian akibat Covid-19, dengan sedikit bantuan yang diberikan dalam program #BagiAsa kami berharap dapat sedikit meringankan beban mereka.

Melihat pergerakan #BagiAsa selama ini, Berklee Indonesian Community dan Permias Massachusetts, persatuan mahasiswa di Amerika Serikat, pun tergerak untuk ikut membantu dengan mengadakan sebuah konser virtual, ‘Konser Untuk Indonesia’ yang bekerjasama dengan seniman indonesia.

Melalui konser ini, akan dilakukan penggalangan dana untuk mendukung inisiatif melawan COVID-19, dalam bentuk gerakan #BagiAsa, bersama Foodbank of Indonesia.

Ketua Berklee Indonesian Community, Sharon Stephania menjelaskan inisiatif untuk penggalangan dana melalui konser virtual ini didasari oleh keprihatinan komunitas mahasiswa Indonesia khususnya di Massachusetts.

“Kami berharap dengan adanya konser ini, mahasiswa-siswi dan masyarakat Indonesia dapat merayakan indahnya musik Indonesia, serta terpanggil untuk mendukung upaya penggalangan dana luar biasa ini, di manapun mereka berada”, Jelas Sharon, seperti dalam keterangannya, Jumat (3/7/(2020).

Musisi-musisi dari Berklee Indonesian Community, serta seniman-seniman Indonesia yang terlibat yaitu Tompi, Monita Tahalea, dan Rama Widi, akan membawakan lagu-lagu favorit Indonesia, dari lagu daerah hingga lagu pop dalam format band, vokal, dan strings.

Konser ini merupakan sebuah konser pre-recorded, yang akan distream secara online di platform Youtube, agar dapat menjangkau penonton di seluruh Indonesia maupun luar negeri Konser tersebut dilakukan dari tempat masing-masing sesuai anjuran pemerintah Indonesia untuk di rumah saja terkait mencegah penyebaran virus corona. Para penonton dapat membuat sumbangan hingga 3 minggu setelah pemutaran perdana konser.

Pendiri FOI, Hendro Utomo mengucapkan apresiasinya atas inisiasi yang dilakukan oleh teman-teman muda  untuk membantu mengurangi permasalahan kelaparan di tengah pandemi ini. Penguatan pangan menjadi hal yang penting bagi masyarakat rentan yang rawan terinfeksi karena tinggal di perkampungan padat. Sebagian dari mereka bahkan tidak punya akses informasi, kesehatan dan pangan yang baik.

“Inisiasi ini patut diapresiasi karena walaupun mahasiswa ini tinggal di luar tapi kepeduliannya tinggi terhadap permasalahan masyarakat Indonesia di tengah pandemi”, jelas Hendro. (Red)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anda mungkin juga berminat