Camat Moyo Utara Digeruduk Ratusan Warganya

2.599

SUMBAWA, (Garudanews.id) – Ratusan massa mendatangi Kantor Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Kedatangan warga desa Penyaring itu untuk mendesak pihak kecamatan agar segera mengeluarkan rekomendasi siltap dan rekomendasi stab baru di Desa Penyaring. Warga juga menghimbau untuk tidak ikut campur terlalu dalam pada pemerintahan di Desa Penyaring.

“Kami minta camat Moyo Utara untuk netral dalam hal pemerintahan di Desa Penyaring. Karena hingga saat ini di Penyaring tidak ada apa- apa dan sampai saat ini kondisi di desa penyaring aman dan kondusif,”ungkap Koordinator aksi Aji Rusdianto pada Selasa (27/07).

Dikatakan Aji yang juga Ketua Lembaga Pemerhati Desa (LPD) Kabupaten Sumbawa tersebut bahwa yang datang hari ini adalah rakyat Penyaring. Dan mereka datang dengan kemauan dirinya sendiri.

“Tolong dilihat pak camat. Yang datang ini adalah masyarakat. Dan tidak ada yang mempengaruhi mereka untuk datang kesini. Dan mereka datang murni keinginan mereka sendiri,”tukas Raja sapaan akrab ketua LPD Sumbawa.

Lebih lanjut ia menekankan bahwa agar Camat agar netral dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kami hanya ingin mendengar apakah pak camat memihak kemana hari ini,”katanya.

Sementara itu, Camat Moyo Utara Adrian Pranata mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh dirinya sudah sesuai aturan.

“Semua proses sudah saya lakukan. Termasuk persoalan rekomendasi stab baru. Bagaimana mungkin orang jadi bpd jadi kadus lagi. Sementara surat pemberhentiannya masih berproses apakah itu tidak melanggar,”terang Camat Moyo Utara

Lanjut Camat, tuntutan warga Penyaring tersebut dirinya sudah melakukan dan menjalankan tugasnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Jangan karena hal kecil saya terperangkap, Ini yang harus kita jaga, Jadi mengenai siltap dan rekom baru yang diminta oleh warga Penyaring semuanya sudah saya jelaskan dan apa yang saya jelaskan itu sudah sesuai aturan dan mekanisme yang ada,”katanya.

Seperti diketahui bahwa persoalan pemberhentian 6 perangkat di Desa Penyaring mencuat dan menjadi topik pembicaraa ditengah masyarakat. Bahkan akibat dari pemecatan yang diduga tidak sesuai aturan tersebut Kades Penyaring terancam diberhentikan sementara.

Selain itu juga proses mediasi yang dilakukan oleh BPD, Camat, DPRD dan BPMPD Sumbawa Kades tidak pernah mau mengindahkannya. Bahkan Kades Penyaring berbalas surat teguran dengan BPD,Camat dan BPMPD Sumbawa.

Hingga saat ini sudah ada tiga kali surat teguran yang dilayangkan oleh Ketua BPD dan Camat Moyo Utara agar stab yang dipecat di kembalikan ke posisi semula.

Namun sangat disesalkan, pasalnya Kades Penyaring hingga saat ini tidak pernah menjalankan hal tersebut. Bahkan dirinya siap mundur dari jabatannya jika staf yang dipecat dikembalikan lagi.

Kades Penyaring Abdul Wahab unggul dalam pilkades yang digelar serempak di 119 Desa di Kabupaten Sumbawa. Ia saat itu meraih suara terbanyak yakni 701 suara, Dan pada 15 April lalu Abdul Wahab Penyaring dilantik menjadi Kades.

Dalam pelantikan tersebut Bupati Sumbawa memberikan himbauan agar kades yang baru dilantik untuk tidak melakukan pergantian staf dan agar fokus ke penanganan covid-19. Namun seiring perjalanan waktu belum genap sebulan kades penyaring malakukan pergantian perangkat.

Akibatnya, muncul polemik ditengah masyarakat yang menyebutkan bahwa pemberhentian enam (6) perangkat tersebut diduga melanggar aturan yang ada. (Hermansyah)

Anda mungkin juga berminat