Diduga Diskriminasi Terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus, Ini Jawaban SMKN 11 Kota Bekasi

474

BEKASI, (Garudanews.id) – Santer kabar seorang siswa berkebutuhan khusus mendapat diskriminasi dan dipaksa pindah oleh pihak sekolah. Indah Maria merupakan salah satu siswa di SMKN 11 Kota Bekasi yang dianggap tidak mampu untuk menerima pelajaran produktif akuntansi dari guru. Padahal, undang-undang dengan jelas menyatakan hak anak untuk memperoleh pendidikan dalam rangka pengembangan kecerdasan secara layak tanpa diskriminasi dan dibiayai oleh negara.

Pada Juknis PPDB SMA SMK SLB Jawa Barat, SMK paling sedikit harus menerima satu siswa abk atau disabilitas dalam satu rombel. Indah adalah salah satu diantaranya yang lulus dalam PPDB Jawa Barat sebagai siswi SMK Negeri 11 kota Bekasi.

Menurut Tiar Hot Riama Ibu dari Indah, anaknya mendapat diskriminasi dikarenakan fisik Indah yang tidak memadai untuk mengimbangi keinginan sekolah yang tidak mampu untuk memfasilitasi anak berkebutuhan khusus.

“Anak saya dianggap tidak mampu untuk menerima pelajaran akuntansi. Seharusnya guru itu meningkatkan kualitas anak, bukan membuang anak. Udah tidak dinaikan kelas, disuruh pindah pula. Padahal di raport disebut tidak naik kelas,” tandasnya.

Dalam undang-undang perlindungan anak pasal 9, 10, 11, dan 12 setiap anak berhak mempeoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya tanpa diskriminasi serta memperoleh bantuan dari pemerintah untuk anak berkebutuhan khusus.

Inspektorat Pemprov Jawa Barat, Aji ikut prihatin terkait hal ini. Bagaimana tidak, sekolah tidak punya alasan untuk memaksakan anak untuk pindah sekolah dan dia menyarankan pihak keluarga untuk laporan ke inspektorat melalui website agar bisa ditindaklanjuti.

“Saya ikut prihatin, pihak keluarga harus segera melaporkan ke website kami. Kita akan tindaklanjuti hal ini,” katanya.

Teman kelas Indah yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku kecewa dengan sikap pihak sekolah yang tidak bertanggungjawab atas fisik siswa setelah meluluskan Indah dalam PPDB Jawa Barat tahun 2019 lalu.

“Kalau sudah menerima, berarti juga harus bertanggungjawab dalam memfasilitasi siswa abk atau disabilitas,” pungkasnya.

Sementara itu, kepala Sekolah SMK 11 Kota Bekasi Riadi membantah telah mengeluarkan Indah Maria dari sekolah. Komunikasi juga sudah dilakukan dengan pihak keluarga siswa atas nama Indah Maria.

“Kemarin orang tua siswa beserta siswa dan kakaknya sudah kesekolah mas,
Sudah dikomunikasikan bersama BP, Walas dan kesiswaan, Indah tetap sebagai siswa SMKN.11 dan Sampai saat ini sekolah belum pernah membuat surat keluar untuk siswa yang bernama indah Maria,” kata Riadi saat dikonfirmasi lewat pesan singkat WA pada Selasa (28/07).

Hal senada juga disampaikan oleh Humas SMKN 11 Kota Bekasi Eka dalam sambungan telepon selular di hari yang sama. Siswa bernama Indah Maria tetap manjadi siswa di sekolahnya tanpa perbedaan dengan siswa lainnya.

“Kemarin orang tua Indah Maria sudah datang ke sini (SMKN 11) sudah ditemui sama guru BP, dan hasil akhirnya, Indah Maria tetap bersekolah di SMKN 11, kita sebagai pendidik otomatis punya kode edit tanpa membedakan satu dengan lain, karena kita sebagai tenaga pendidik, yang jelas intinya Indah diterima lagi,” pungkas Eka. (Mam)

Anda mungkin juga berminat