Diduga Proyek Fiktif, Ketua Organda Kota Bekasi Dilaporkan Ke Polisi

408

BEKASI, (Garudanews.id) – Ketua Organda Kota Bekasi Ahmad Juaini (48) dilaporkan seorang warga bernama Mastaria Manurung (41) ke Polres Metro Bekasi Kota terkait dengan dugaan proyek fiktif.

Adapun laporan tersebut terkait beberapa proyek salah satunya bisnis perparkiran yang terletak di sebrang Trans Park Bekasi Timur dengan Nomor Laporan: LP/609/K/III/2020/SPKT/ Restro Bekasi Kota.

“Pada hari ini kita melaporkan Ketua Organda Kota Bekasi, Ahmad Juaini terkait bisnis parkiran. Awalnya dia (Ahmad Juaini) meminta saya untuk proyek pengelola parkiran yang berada di ruko depan Trans Mart, dengan kesepakatan nantinya keuntungan berbagi hasil dengan modal awal sekitar 6 juta untuk pengurus surat ijin parkiran,” terang Mastarian Manurung, Selasa (20/07).

Mastarian Manurung menjelaskan, pemberian uang untuk surat ijin sudah diberikan dengan tahap pertama diberikan secara tunai sebesar 1 juta rupiah dan yang kedua sebesar 5 juta melalui transfer langsung ke ATM Ahmad Juhaini.

“Pada awalnya ia menghubungi saya untuk bertemu untuk membicarakan proyek parkiran dan meminta uang pertama saya cas sebesar Rp 1 juta dan sisanya saya transfer. Dan sampai saat ini proyek tersebut belum juga terealisasi,” tegasnya.

Ia berharap bahwa kejadian yang menimpanya dapat menjadi bahan pelajaran. Pemanfaatan jabatan yang diselewengkan terlapor dapat ditindak lanjuti oleh pihak kepolisian.

“Saya berharap, kasus ini bisa terselesaikan dan tidak ada korban lagi, dengan memanfaatkan jabatanya sebagai Ketua Organda Kota Bekasi,” tambahnya

Hal senada juga dikatan kuasa Hukum Mastaria Manurung, Unggul Sapetua Sitorus, ia mengatakan bahwa menurut keterangan dari pelapor selaku korban, awalnya pelaku menawakan kepada korban untuk kerjasama Proyek pengurusan parkir di Kantor Organda.

“Pelaku juga menawarkan proyek pembuatan pakaian anggota Organda. Pelaku menjajikan keuntungan tersebut akan dibagi dengan korban, namun sampai saat ini pelaku tidak memberikan keuntungan maupun modal pelaku bahkan proyek tersebut tidak ada akibatnya korban mengalami total kerugian sekitar Rp 26.000.000 (dua puluh enam juta rupiah). Atas kejadian tersebut, pelaku dilaporkan ke Polrestro Bekasi Kota dengan no LP/609/K/III/2020/SPKT/ Restro Bekasi Kota,” terangnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Ketua Organda Kota Bekasi, Ahmad Juaini mengatakan bahwa adanya laporan tersebut sah-sah saja, yang jelas saya tidak ada menjanjikan apapun.

“Saya warga negara yang taat Hukum. Biarkan nanti kita jelaskan semua dipihak Kepolisian, Saya siap kalau di minta keterangan polisi,” pungkas Ketua Organda Kota Bekasi Ahmad Juaini saat dikonfirmasi via WA pada Rabu (22/07). (Mam)

Anda mungkin juga berminat