Grab Dan Gojek Kembali Beroperasi Di Kota Bekasi

491

BEKASI, (Garudanews.id) – Di masa pandemi Covid-19, sarana transportasi menjadi salah satu perusahaan terdampak. Beberapa bulan tidak beroperasi, ojek daring kembali resmi beroperasi kembali di kota Bekasi.

Peresmian dilakukan langsung oleh Walikota Bekasi Rahmat Effendi didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Dadang Ginanjar di Mega Mall Bekasi pada Kamis (09/07).

Dalam menghadirkan layanannya di masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Gojek memperkenalkan inisiatif Jaga Kesehatan, Kebersihan, dan Keamanan atau dikenal dengan J3K guna memberikan ketenangan dan kenyamanan bagi pelanggan di tengah pandemi global COVID-19. Inisiatif J3K ini juga merupakan upaya Gojek dalam memastikan seluruh ekosistem termasuk mitra dan pelanggan dapat tetap beraktivitas dan menjalani keseharian dengan produktif.

Sementara itu, VP Region West Java & Banten Gojek, Becquini Akbar mengatakan inisiatif J3K dihadirkan tanpa ada biaya tambahan.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP. Alfian Nurrizal didampingi management Gojek dan Grab saat dibuka kembali operasional ojek daring tersebut

“Sejak awal pandemi, Gojek telah melakukan berbagai penyesuaian yang mengedepankan aspek kesehatan pada setiap layanan. Memasuki tatanan hidup baru, Gojek terus berinovasi untuk mendukung masyarakat menjalankan kesehariannya dengan mengedepankan tiga aspek utama, yaitu kesehatan, kebersihan, dan keamanan. Inovasi ini kami rangkai dalam sebuah inisiatif besar yaitu J3K. Inisiatif ini kami hadirkan tanpa ada pembebanan biaya tambahan karena kami percaya bahwa rasa aman dan nyaman harus diberikan kepada setiap mitra, pelanggan, dan masyarakat luas.”

Jaga Kesehatan di dalam inisiatif J3K merupakan program Gojek dalam menerapkan gaya hidup sehat, terutama bagi para mitranya yang melayani para pelanggan setiap hari. Salah satu inisiatif utama Jaga Kesehatan adalah mewajibkan penggunaan masker dan hand sanitizer serta pengecekan suhu tubuh bagi mitra driver di 200 titik Posko Aman J3K di berbagai kota besar termasuk 6 titik di Bekasi. Pengecekan suhu tubuh ini pun berlaku bagi karyawan mitra usaha GoFood. Gojek secara konsisten juga memberikan informasi prosedur kesehatan kepada pelanggan melalui shuffle card di aplikasi Gojek.

“Gojek juga fokus mengembangkan layanan GoMed sehingga kini pelanggan dapat membuat janji melakukan rapid test COVID-19, di samping juga bisa membeli vitamin, obat-obatan, membuat janji tatap
dengan dokter dan lain sebagainya yang terkait layanan kesehatan, bekerja sama dengan layanan Halodoc,” jelas Becquini.

Sementara itu, Walikota Bekasi Rahmat Effendi menyambut baik dengan aktif kembalinya transportasi berbasis daring di kota Bekasi. ia berharap bahwa dengan aktifnya Gojek dan Grab di Kota Bekasi dapat kembali menggairahkan perekonomian di sektor transportasi.

“Seperti yang kita lihat tadi, standarisasi protokol kesehatannya sudah terpenuhi, terus kita juga ingin menjaga keseimbangan ekonomi terutama bagi teman-teman mitra gojek dan grab yang ada di kota Bekasi, mudah-mudahan dengan bergulirnya gojek dan grab mampu memberikan kontribusi dalam kemudahan transportasi di kota Bekasi,” kata Walikota Bekasi Rahmat Effendi.

Dikatakan Pepen, sapaan Walikota Bekasi Rahmat Effendi bahwa dengan aktifnya kembali aplikasi transportasi daring gojek dan grab di kota Bekasi tetap mematuhi protokol kesehatan serta taat peraturan berlalulintas.

“Tentunya jaga protokol kesehatan, jaga kelancaran arus lalulintas di Kota Bekasi,” tambahnya.

Walikota menambahkan bahwa di masa tatanan kehidupan baru di Kota Bekasi, zona merah di Kota Bekasi hanya pada beberapa kelurahan. Pemkot Bekasi juga menyediakan layanan bagi para pengemudi yang ingin melakukan Rapid Test atau swab Test secara mandiri dengan mendatangi posko Covid di Stadion Patriot Chandrabaga.

“Tadi mereka sudah menyiapkan enam (6) pos kesehatan, kalau nanti ada hal yang nanti kemungkinan yang kurang sehat, bisa datang ke gate 14 di poskonya dinas kesehatan, jika reaktif maka bisa di swab, jika swab positif maka kita akan ambil untuk dilakukan isolasi,” kata Walikota.

Nampak hadir juga Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP. Alfian Nurrizal, Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota AKBP. Ojo Ruslani dan Dandim 0507/Letkol Arm. Iwan Apriansyah. Jajaran Management Gojek dan Grab juga nampak hadir membuka operasional kembali ojek daring tersebut.

Senada dengan Gojek, Tri Sukma Anreianno, Headof Public Affairs Grab Indonesia, Grab Protect hadir sebagai protokol keamanan dan kebersihan untuk meminimalisir risiko penyebaran virus COVID-19 dari transportasi yang dilengkapi dengan fitur keamanan, peralatan kebersihan, serta aturan keamanan terbaru yang menjadi standar terbaik dalam industri ride-hailing.

Melalui kehadiran Grab Protect, Pemerintah Kota Bekasi dan Grab berharap dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang dan mitra pengemudi untuk menunjang  aktivitas mereka kembali.

“Saat ini, semua orang mulai kembali melakukan kegiatan sehari-harinya. Namun, kami menyadari masih ada rasa khawatir yang dirasakan setiap orang. Untuk dapat memberikan rasa aman bagi mereka yang siap untuk beraktivitas kembali, kami sangat senang bisa bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bekasi untuk menghadirkan Grab Protect. Dengan hadirnya armada Grab Car Protect dan Grab Bike Protect, kami bersama dengan mitra pengemudi akan terus mendorong standar keamanan dan kebersihan dalam berkendara bagi mitra pengemudi dan penumpang terutama di Bekasi,”jelasTri Sukma Anreianno. (Mam)

Anda mungkin juga berminat