Hadapi Pandemi, RI – UE Eksplor Kerjasama Perdagangan dan Investasi

129

JAKARTA (Garudanews.id): Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa mengeksplorasi potensi besar kerjasama perdagangan dan investasi, ditengah tekanan pandemi covid-19 yang masih menghantui dunia.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan di Jakarta, Selasa malam (30/6/2020). “Meskipun saat ini sedang ada tantangan dalam hubungan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa, tapi kami percaya masih ada potensi yang hebat, serta kesempatan dagang dan investasi yang masih bisa dieksplorasi lagi,” kata  Airlangga.

Ia mengemukakan hal itu saat menerima kunjungan Duta Besar Uni Eropa (UE) untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Vincent Piket. Pertemuan membahas antara lain mengenai ekspor dan impor antara kedua pihak, perkembangan Indonesia dan UE Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA), serta rencana keikutsertaan Indonesia sebagai partner country pada acara Hannover Messe 2020.

Airlangga mengatakan, pandemi Covid-19 telah menimbulkan efek yang sangat mempengaruhi hubungan bilateral di antara kedua negara. Dengan memasuki fase “normal baru” maka diperlukan juga kerja sama di antara negara-negara yang terkena imbas Covid-19. UE merupakan salah satu partner dagang dan investasi yang utama bagi Indonesia.

Guna mendorong perdagangan bilateral, ujarnya masing-masing pihak harus mengeliminasi dan mengurangi perhitungan tarif dan non-tarif antara keduanya, khususnya untuk produk makanan dan peralatan medis. UE dan beberapa negara anggota juga telah memberikan bantuan kepada Indonesia untuk penanganan pandemi Covid-19, antara lain alat pelindung diri (APD), serta dana hibah untuk penguatan sektor kesehatan di Indonesia.

“Kita juga harus menguatkan kerja sama ekonomi digital dalam “normal baru”, melalui e-commerce, e-health dan e-learning,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Menko Perekonomian juga mendukung kolaborasi antara Indonesia dan UE untuk memproduksi vaksin Covid-19 melalui skema co-production dan sharing biaya. “Saat ini, Pemerintah Indonesia sedang menyiapkan insentif pajak super deduksi (sampai 300%) untuk perusahaan-perusahaan farmasi yang mengembangkan vaksin Covid-19 di Indonesia. (ina)

Anda mungkin juga berminat