Husain Kadir Tak Tahu Tanahnya Telah Disertifikat Pihak Lain

684

SUMBAWA (Garudanews.id) – Keluarga Husain Kadir, Anis mengatakan bahwa tanah yang dikuasai oleh pamannya tersebut seluas 75 are telah disertifikat pihak lain.

“Ini sangat aneh sekali. Mengapa tanah yang kami kuasai sejak tahun 1983 tersebut hingga saat ini telah disertifikat oleh orang lain,”ungkap Anis kepada wartawan (28/7/2020).

Menurut Anis luas tanah dari bapak husein yang berlokasi di olat rarang adalah 3,5 hektar. Dan sebagian dari tanah tersebut sudah disertifikat.

“Dari 3,5 hektar itu yang sudah disertifikat 1,7 hektar fan sisanya masih sporadik,”terangnya.

Lanjut Anis, atas hal tersebut pihaknya sudah menanyakan kepihak Badan Pertanahan Nasional (BPN), Sumbawa.

“Kami sudah menanyakan langsung ke BPN. Kok bisa tanah yang kami kuasai sejak 1983 disertifikat oleh orang lain,”geramnya.

Tambah Anis bahwa tanah 75 are tersebut adalah yang telah dibeli oleh bapak husain kadir yang beralamat di RT VII Labuhan Sumbawa serta dengan batas- batas yang jelas.

Adapun batas- batas ganah tersebut yakni sebelah utara husain kadir, sebelah timur husain kadir, barat berbatasan dengan abdullah dan sebelah selatan berbatasan dengan zainuddin.

“Jadi sangat jelas sekali bahwa tanah tersebut adalah milik paman saya yaitu husain kadir. Namum yang menjadi pertanyaan kenapa bisa disertifikat oleh orang lain,”timpal anis Anis.

Diketahui bahwa masalah tersebut sudah masuk ke pengadilan negeri sumbawa. Karena pihak husain kadir keberatan dan menggugat pihak lainnya secara perdata. Sedangkan pada kasus perdata ini sudah digelar sidang selama lima kali. Dan kuasa yang dipercaya untuk memegang perkara tersebut adalah Dr. Umaiyah,SH,MH.

Selain itu juga sebagi tergugat dalam perkara perdata tersebut yakni atas nama Fetty Fatimah sebagi tergugat 1 sedangkan tergugat II adalah BPN Sumbawa.

Adapun dasar diajukan gugatan adalah bahwa penggugat memiliki tanah seluas keseluruhan 35.383 M2 sebagaimana dan surat pemberitahuan pajak terhutanh pajak bumi dan bangunan nomor 52.04.080.011.019.-0006.0 dan tanah tersebut terdiri dari tiga bidang.

  1. Sebidang tanah seluas 17.600 yang penggugat peroleh dengan cara jual beli dengan muhammad bin pedil pada tahun 1982 yang kemudian penggugat sertifikat sebagaimana shm nomor 373 atas nama penggugat.
  2. Sebidang tanah sekuas 10.283 M2 yang penggugat peroleh dari ali bilin pada tahun 1985 yang kemudian penggugat jual kepada ambarak syekil pada tahun 2000.
  3. Sebidang tanah seluas 7.500 yang penggugat peroleh dengan cara jual beli dengan m.zain sesuai surat penyertaan penguasaan fisik bidang tanah (Sporadik) tanggal 28 agustus 2010 yang dibuat oleh lurah ali abubakar yang penggugat bayar sejumlah uang Rp 350.000 sebagai mana dalam kwitansi 24 mei 1983.(Hrm/Hnn)
Anda mungkin juga berminat