Pasca Pandemi Corona, Jumlah Janda Meningkat Tajam

268

BOGOR (Garudanews.id) – Pasca pandemi covid-19 yang melanda sejumlah negara di dunia, tak terkecuali Indonesia, ternyata dampaknya bukan hanya pada perekokomian semata. Namun dampak yang lain dari pandemi angka percerian pun kian meningkat.

Seperti di Kota Bogor, angka perceraian dan jumlah wanita berstatus janda diprediksi kian meningkat.

Hal itu terjadi karena para suami mereka, selama masa pandemi banyak kehilangan pekerjaan atau adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) dimana para suami bekerja.

“Bahkan karena alasan suami menganggur, di Pengadilan Agama (PA) Kelas 1 A dalam sehari ada 100 laporan pengajuan gugat cerai dari istrinya,”ungkap Panitera Muda Hukum PA Kota Bogor, Agus Yuspian, Senin (27/7/2020).

Lanjut Agus, karena banyaknya laporan pengajuan perceraian terhitung sejak pelayanan tatap muka sampai kembali dibuka pada pertengahan bulan Juni lalu.

“Jadi hasil rekapan Pengadilan Agama, ada sekitar 90 laporan perkara perceraian dengan rincian 66 kasus cerai gugat dan 24 cerai talak,” tuturnya.

Agus mengakui, pada bulan Juli kasus perceraian melonjak dibandingkan pada bulan sebelumnya.

“Berkas perkara cerai bulan ini cukup melonjak jumlahnya. Kalau bulan lalu hanya kisaran belasan tapi sekarang puluhan,” urainya.

Agus menegaskan, dari seluruh laporan kasus perceraian, yang banyak dilakukan justru dari kaum hawa. (Ded)

Anda mungkin juga berminat