Pemkab Bogor Masih Berlakukan PSBB

127

BOGOR (Garudanews.d) – Pemerintah Kabupaten Bogor masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi sampai tanggal 16 juli 2020 mendatang.

Kabar yang cukup menggembirakan angka rata-rata penularan atau angka Reproduksi Efektif (RT) Kabupaten Bogor sudah menurun pada angka 0,66 yang artinya 1 orang positif berpotensi menularkan kepada satu orang.

“Kabupaten Bogor masih dalam masa PSBB transisi sampai tanggal 16 juli besok, berarti tinggal dua hari lagi akan usai PSBB Transisi ini. Oleh sebab itu kita harus mulai mempersiapkan untuk memasuki tahap selanjunya,” kata Bupati Bogor, Ade Yasin saat memimpin rapat persiapan menuju Adaptasi Normal Baru (AKB) di Ruang Serbaguna Setda, Senin (13/7/2020).

Ia juga menambahkan, kepada masyarakat jangan lengah tetap harus menerapkan pola hidup bersih sehat.

“Saya berharap kita semua bisa terus menjaga disiplin menerapkan pola hidup bersih sehat (PHBS), rajin mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan mengupayakan jaga jarak sehingga kondisi ini akan terus membaik dari hari kehari,” tambahnya.

Mengenai pendidikan di masa Covid-19 ini, Ade tetap berpatokan terhadap keputusan bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.

“Prinsip kebijakan pendidikan dimasa Pandemi Covid-19 adalah kesehatan, keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, keluarga dan masyarakat. Saya juga sudah banyak bertukar pikiran dengan Kadisdik, banyak aspek yang harus dipikirkan, pendidikan penting namun keselamatan semua juga penting. Wilayah Kabupaten Bogor luas, peserta didik banyak, tenaga pendidik juga banyak, butuh terobosan dan inovasi dimasa Pandemi Covid-19 ini untuk bidang pendidikan,” jelas Ade.

‌Lebih lanjut, ketika sekolah dengan konsep bertatap muka mulai dilaksanakan secara bertahap, Ade meminta fokus untuk pembelajaran saja.

‌“Tahun ini jangan ada masa pengenalan sekolah atau ospek, karena itu akan ada pertemuan dan kerumunan, kita fokus terhadap pembelajaran. Mengenai lamanya jam sekolah, saya sarankan agar tidak terlalu lama dan berikan siswa tugas untuk mengerjakan dirumah masing-masing,” pungkasnya. (Dod)

Anda mungkin juga berminat