Pemuda Ciburuy Bogor Gandeng Perusahaan Bidik Destinasi Wisata

156

BOGOR (Garudanews.id) – Pemuda yang tergabung di Karang Taruna Desa Ciburuy Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor menggandeng perusahaan multinasional PT Tirta Investama Tbk Site Lido untuk menggarap destinasi wisata disepanjang bantaran sungai di wilayah desa tersebut.

“Kami menggarap destinasi wisata dengan program Econom Development (Ecodev) Mumule Ciburuy agar kedepannya masyarakat tidak membuang limbah rumah tangga ke sungai,” kata Ketua Karang Taruna Ciburuy, Dede Kuswandi kepada garudanews.id, Kamis (2/7/2020).

Dede berharap, dengan adanya program padat karya yang terintegrasi dengan program karang taruna. Dimana karang taruna membentuk Eco Wisata dengan aplikasi The Wisata Papalidan yang berisi permainan tradisional dikemas dengan nama River To Bing.

“Ya sebenarnya program padat karya lebih mengedepankan program Ecodev karena tujuannya agar masyarakat tidak lagi membuang sampah rumah tangga ke sungai,” harap Dede.

Dede mengakui program eco wisata sudah dirancang sejak 2018 lalu dan program ini dipastikan akan berdampak kepada perekonomian warga sekitar.

“Makanya kami akan membentuk usaha dengan nama Ciburuy Adventure Plus agar warga di Kampung Swadiri dan Muara yang dilintasi sungai akan memperoleh penghasilan,” ucap Dede.

Kata Dede, destinasi wisata ini akan beroperasi secepatnya setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyatakan secara resmi menuju new normal.

“Setelah dinyatakan new normal eco wisata yang bekerjasama dengan Divisi Usaha Kelompok akan bermitra dengan hotel atau resort yang ada disekitar untuk menarik wisatawan,” ucap Dede.

Perwakilan Yayasan Dharozatul Qolbu yang merupakan vendor CSR PT Tirta Investama Tbk Site Lido, Suparman menjelaskan, untuk Kampung Swadiri yang terdiri dari 3 RT, hasil survei ada 31 titik dimana masyarakat selalu membuang limbah rumah tangga ke sungai. Sedangkan titik yang sudah tersisir oleh program Ecodev baru 12 titik terealisasi.

“J;adi dari 12 titik yang sudah teralisasi ada 5 titik septitank komunal yang kondisinya 1 septitank diisi 6 rumah atau 4 rumah tergantung hibah tanah yang disepakati oleh masyarakat. Sisanya 19 titik lagi akan direalisasikan tahun 2021. Makanya kami meminta dukungannya kepada masyarakat agar jangan membuang limbah ke sungai,” pinta Suparman.

Kepala Desa Cibiruy Suherman mengatakan, sangat mengapresiasi gagasan yang telah lama dirancang oleh karang taruna, dimana penataan di bantaran sungai sudah rampung 78 persen.

“Saya berharap program eco wisata ini ada manfaatnya bagi masyarakat Desa Ciburuy,” kata Suherman.

Suherman mengimbau, agar masyarakat jangan Buang Air Besar (BAB) di sungai, karena bantaran sungai yang ada di Cigombong sudah bersih dan tertata.

“Kalau sudah tertata rapi, ini merupakan modal Desa Ciburuy untuk menuju desa wisata dan pendidikan sampai 2026,’ tutupnya. (Ded)

Anda mungkin juga berminat