Rusdi Haryadi Tegaskan Belum Saatnya Pembelajaran Secara Tatap Muka

133

KABUPATEN BEKASI (Garudanews.id) – Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Rusdi Haryadi, menegaskan belum saatnya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) siswa dilakukan secara tatap muka di masa pandemi covid 19 (corona) sekarang ini.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengingatkan pemerintah agar jangan sampai sektor pendidikan akan menjadi cluster baru penyebaran virus covid 19 di wilayah Kabupaten Bekasi.

“Saya melihat belum saatnya pembelajaran dilakukan secara tatap muka. Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal belum bisa diterapkan di sektor pendidikan,” tegasnya kepada wartawan.

Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) II (Cibitung dan Cikarang Barat) ini menjelaskan, lingkungan sekolah cukup rentan terjadinya penularan virus covid 19 jika subjek didalamnya tidak mematuhi sejumlah protokol kesehatan.

“Dalam satu ruangan kelas itu kan bisa sampai 30 siswa. Anak-anak ini rentan tertular. Bahkan guru yang mengajar bisa menjadi medium penularan. Belum lagi di sekolah ada security, staf administrasi atau ibu-ibu yang antar jemput,” ungkapnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, lanjut Rusdi, sudah melakukan kunjungan lapangan untuk mengecek penerapan sejumlah protokol kesehatan di sekolah-sekolah dalam situasi pembelajaran masih secara online.

Sejumlah standar dan fasilitas pencegahan virus covid 19 seperti pengecekan suhu tubuh, pengadaan bilik disinfektan, mencuci tangan dengan handsanitizer, wajib menggunakan masker dan selalu menjaga jarak (sosial distancing).

“Jadi hanya guru-guru saja yang datang ke sekolah, dengan melakukan proses pembelajaran jarak jauh, tapi tetap melaksanakan sejumlah protokol kesehatan,” tandasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Keselamatan dan kesehatan peserta didik diutamakan.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, teritorial pelaksanaan pembelajaran tatap muka direduksi dari skala kabupaten/kota menjadi tingkat kecamatan.

Sekolah yang berada di kecamatan berstatus zona hijau selama tiga bulan dapat menggelar pembelajaran tatap muka. (red)

Anda mungkin juga berminat