Selama Covid 19, Stok Darah di PMI Kabupaten Bekasi Menurun

120

KABUPATEN BEKASI (Garudanews.id) – Selama pandemi virus covid 19 (corona), stok darah di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi mengalami penurunan dibandingkan biasanya.

Jika biasanya PMI memiliki stok sebanyak enam ribu kantong darah setiap bulannya, selama pandemi ini stok darah hanya sekitar 2.500 kantong setiap bulannya.

Wakil Ketua II Bidang Kesehatan PMI Kabupaten Bekasi, Akhmad Kosasih mengatakan, menurunnya stok kantong darah diakibatkan masyarakat khawatir tertular virus covid 19 melalui transfusi darah.

“Karena itu kami memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa virus covid 19 tidak menular melalui transfusi darah,” ungkap Mantan Kepala Kesbangpol Kabupaten Bekasi ini.

Meski demikian, kebutuhan darah di sejumlah rumah sakit kata dia terpenuhi dari donor pengganti. Pihak PMI juga terus melakukan jemput bola jika ada masyarakat yang akan mendonorkan darahnya.

Dari total 40 Rumah Sakit (RS) pemerintah dan swasta di Kabupaten Bekasi, sebanyak 20 RS sudah memiliki bank darah. Menurutnya, untuk RS type B memang harus mempunyai bank darah untuk memberikan respon cepat kepada pasien yang membutuhkan darah.

Kosasih mengatakan, dalam proses donor darah PMI juga tetap mematuhi sejumlah protokol kesehatan seperti menggunakan masker, sarung tangan, dan mencuci tangan dengan hand sanitizer.

“Kami juga terbantu dengan sumbangan 170 kantong darah saat kegiatan donor darah dalam rangka memperingati hari jadi Satria Kabupaten Bekasi di Omah Buruh kemarin,” ungkapnya.

Dirinya mengakui di masa pandemi covid 19 ini, jumlah perusahaan atau komunitas yang menyelenggarakan kegiatan donor darah sangat menurun. Bahkan untuk masuk ke perusahaan saja harus mengikuti protokol yang sangat ketat.

“Selama ini yang rutin setiap hari sabtu melakukan donor darah adalah komunitas Perhimpunan Orangtua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI), malah biasanya mereka menarik komunitas lain untuk melakukan donor darah,” terangnya.

Pada kesempatan tersebut, Kosasih mengatakan jika PMI Kabupaten Bekasi sudah mendapat sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dari BPOM pada akhir tahun 2019 kemarin.

“Untuk di Provinsi Jawa Barat baru tiga daerah yang sudah menerima sertifikasi CPOB yaitu Kabupaten Cirebon, Kota Bandung dan Kabupaten Bekasi,” tandasnya. (red)

Anda mungkin juga berminat