Sempat Gesekan Dengan Katar, Pemilik Bangunan Kontrakan Sepakat Perbaiki Gorong-gorong

375

BEKASI, (Garudanews.id) – Pemilik sebuah bangunan kontrakan memprotes dugaan pungli yang dilakukan Karang Taruna RT 05 dan RT 06 kelurahan Kayuringin Jaya, Bekasi Selatan. Namun, karang taruna melalui tokoh pemuda Budy Aryyanto, membantah tuduhan pemilik bangunan bernama H. Zulrasyid tersebut. Senin (13/07).

“Demi Allah” apa yang disampaikan oleh H. Zul ke pak RT.05 adalah fitnah keji dan provokatif, memberikan informasi palsu dan bohong,” katanya.

Menurut tokoh pemuda Budy Aryyanto menuturkan bahwa pihak karang Taruna tidak pernah meminta sejumlah uang kepada kendaraan yang hendak masuk area proyek kontrakan milik. H. Zulrasyid. Karang Taruna justru melakukan langkah pencegahan penyebaran wabah Covid-19 di wilayahnya dengan melakukan penyemprotan disinfecktant secara swadaya.

‘”Pada saat hari yg ditentukan, karang taruna dan warga melakukan penjagaan swadaya di pintu masuk jalan/akses kelingkungan, di hari yg bersamaan beberapa kali mobil barang pengangkut material pembangunan kontrakan melintasi penjagaan dan kami memberikan ijin masuk namun dengan melakukan penyemprotan disinfektan. Hari berikutnyapun demikian ketika barang material masuk kami tetap persilahkan masuk dengan tetap menggunakan protokol pencegahan covid-19,” ungkap Budy

Pembatasan akses di RT 05 RW 26 sempat dilakukan oleh karang taruna, namun hal itu dilakukan mengacu pada himbauan pemerintah tentang anjuran pembatasan wilayah secara lokal dan langkah pencegahan penyebaran wabah Covid-19.

“Saat mewabahnya covid-19 dan beredarnya himbauan dari pemerintah kota Bekasi untuk tetap di rumah maka kami karang taruna RT. 05, karang taruna RT. 06 dan ketua RT.05 dan ketua RT.06 RW.16 kel.kayuringin jaya, Bekasi selatan sepakat untuk membatasi akses keluar masuk orang dan barang ke wilayah RT.05 dan RT.06 yang sebelumnya dilakukan sosialisasi baik langsung maupun dengan surat edaran,” tambah Budy.

Diketahui, proyek bangunan kontrakan milik H. Zul dengan ijin awal merupakan rumah tinggal, namun belakangan bangunan tersebut akan dijadikan kontrakan dengan jumlah 26 petak.

Bangunan di wilayah RW 16 kelurahan Kayuringin Jaya tersebut juga diduga tidak mengantongi ijin dari RT dan RW serta warga sekitar.

Problem Solving tersebut diselesaikan di Polsub Sektor Kayuringin Jaya, oleh IPDA Sugiman. Mediasi antar kedua belah pihak sempat berjalan panas karena kedua pihak mempunyai argumen sendiri. Namun, permasalahan tersebut akhirnya dapat diselesaikan dengan beberapa kesepakatan antar kedua belah pihak. Permintaan maaf dilakukan H. Zul sesuai dengan tuntutan karang taruna dan warga.

Sementara itu, disampaikan oleh Kapolsub Sekto Kayuringin Jaya IPDA H. Zulrasyid selaku pemilik bangunan saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi dan kesepakatan dengan Karang Taruna RT 05 dan 06 RW 16, serta warga.

“Akhirnya para pihak sepakat,;pak Haji Zulrasyid meminta maaf kepada karang taruna, warga semuanya, dan berjanji memperbaiki gorong-gorong jalan yang rusak akibat pelaksanaan pembangunan rumah kontrakan tersebut dan akan menempuh proses perijinan IMB yang benar guna pelaksanaan kelanjutan pembangunan rumah kontrakan tersebut, akhirnya para pihak sepakat berdamai, saling minta maaf, situasinya Kondusif aman,” ujar Kapol Subsektor IPDA Sugiman

Mediasi tersebut dihadiri juga oleh ketua RW 16, karang taruna RT 05 dan 06 RW 16, pengurus RT 05, 06, serta Bhabinkamtibmas Aiptu Kurnianto dan Bhabinsa Kayuringin Jaya Sertu Darjo. Para pihak pun kembali berdamai atas kesepakatan yang telah dicapai dalam mediasi tersebut. (Mam)

Anda mungkin juga berminat