Soal Kisruh Warga Dengan Pengembang, Camat Sidoarjo Turun Tangan

337

SIDOARJO (Garudanews.id) – Perselisihan antara warga Mutiara Regency dengan Pengembang Mutiara City masuk babak mediasi di tingkat Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo pada Rabu (01/07/2020) kemarin.

Agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan Kecamatan Sidoarjo melakukan mediasi untuk kedua pihak, baik dari warga Mutiara Regency dan pihak pengembang Mutiara City.

Kegiatan rapat kordinasi yang dilakukan ini guna mencari solusi serta titik terang terkait dengan adanya pro dan kontra masyarakat dengan pihak pengembang baru dari PT Purnama Indo Vestama Properti yang berencana melaksanakan pembangunan Perumahan Mutiara City.

Dalam kegiatan acara ini dihadiri oleh camat Sidoarjo bersama perangkatnya, serta diikuti oleh perwakilan warga perumahan Mutiara Regency, RT 36/37, RW 16, dan Forkopimka setempat juga pihak pengembang Mutiara City, yang berlangsung di kantor Kecamatan Sidoarjo, tepatnya yang berada di Jalan Pahlawan, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Rabu (1/7/2020).

Mediasi berlangsung alot, dikarenakan warga yang selama ini merasa dirugikan tidak pernah menyetujui atau menolak keras dengan adanya jalan lingkungannya dijadikan akses utama masuk ke Mutiara City.

Tapi warga terkejut dengan adanya beberapa pembangunan yang dilakukan oleh pengembang Mutiara Cuty di lingkungannya, dan itu hanya melewati struktural pengurus RW 16 saja, tanpa ada persetujuan warga sama sekali.

Dari pihak pengembang Mutiara City yang diwakilkan kepada Junaedi selaku owner hanya menjawab secara normatif, yakni bahwa pihaknya sudah sesuai dengan peraturan yang ada.

Acara mediasi pun tidak menemui kesepakatan apapun antara warga Mutiara Regency dengan pihak pengembang Mutiara City, namun pihak Mutiara City akan melakukan komunikasi dengan warga Mutiara Regency dalam waktu dekat.

Sementara, perwakilan Mutiara Regency tetap dengan keputusan awal yakni menolak jalan lingkungannya menjadi jalur akses utama masuk ke Mutiara City.

Seperti diketahui, masalah dipicu dengan penolakan warga Mutiara Regency yang menolak yang jalan lingkungannya akan dijadikan jalur akses utama masuk ke Mutiara City atau disebut juga one gate.

Warga Mutiara Regency merasa dirugikan karena apabila jalan lingkungannya dijadikan akses utama masuk ke Mutiara City, sebab akan mengganggu stabilitas kenyamanan, dan Kamtibmas di lingkingan Mutiara Regency.

Begitu pula warga Pondok Mutiara Harum yang berada di depan Mutiara Regency juga ikut menolak terkait akan digunakannya jalan lingkungan menjadi akses utama oleh Mutiara City.

Penolakan warga itu dilampiaskan dengan memesang banner berukuran besar di depan akses masuk di depan kedua perumahan tersebut pada sepekan lalu. (HNN)

Anda mungkin juga berminat