Tangkap Tersangka Curanmor, Polisi Sita 18 Sepeda Motor

211

MATARAM, (Garudanews.id) —Tim Puma Satreskrim Polresta Mataram mengamankan 18 motor yang diduga hasil tindak pidana pencurian di wilayahnya. Motor tersebut diamankan setelah menangkap dan mengamankan seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Pelaku berinisial HW (32 tahun) warga Seganteng, Kecamatan Mataram, Kota Mataram ditangkap polisi pada Sabtu 25 Juli lalu. Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa di Mataram pada Rabu (29/07).

Pelaku HW ditangkap karena diduga mencuri motor di salah satu warnet di daerah Gomong. Kejadiannya pada hari Selasa 21 Juli sekitar pukul 01.00 wita. Dalam aksinya, tersangka memanfaatkan kecerobohan pemilik motor yang menaruh kuncinya disembarang tempat. Kemudian pelaku menggunakan kunci cadangan mencuri motor korban warna yang diparkir di ara warnet.

‘’Dia pura-pura bilang tidak tahu kunci hilang dan mencuri motor di parkiran warnet. Sepekan kemudian, pelaku ditangkap tanpa perlawanan,’’ ungkap Kasat Reskrim.

Motor curian itu lalu digadai kepada seseorang di daerah Seganteng seharga Motor 1 juta rupiah. Uang hasil kejahatan tersangka, diakuinya untuk mencukupi kebutuhan sehari-sehari.

‘’Saya pakai untuk beli keperluan sehari-hari,’’ kata tersangka kepada petugas.

Petugas kemudian melakukan pengembangan dengan mendatangi lokasi yang diberitahu oleh tersangka. Di lokasi tersebut, Petugas mendapatkan 17 motor yang diduga hasil curian, Karena tidak dilengkapi dengan dokumen yang sah. 17 motor tersebut langsung dibawa ke Mapolresta Mataram.

‘’ Totalnya 18 motor yang kami amankan dari sana,’’ tambahnya.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan seorang perempuan berinisial AW sebagai penerima gadai. Kini statusnya masih menunggu pemeriksaan lanjutan oleh kepolisian.

‘’Penerima gadainya kita masih periksa,’’ kata Kadek.

Upaya lanjutan dilakukan kepolisian untuk memastikan status 18 motor yang diamankan. Sat Reskrim kemudian berkoordinasi dengan Ditlantas Polda NTB untuk mengetahui status kendaraan yang berhasil disita tersebut.

‘’Kita ingin tahu status motor ini punya siapa. Karena ada beberapa motor yang nomor rangka sudah digosok. Nomor mesinnya juga begitu,’’ ungkapnya.

Kepada warga masyarakat, Kadek mengimbau masyarakat yang merasa motornya hilang dicuri untuk datang ke Mapolresta Mataram dengan membawa kelengkapan dokumen kepemilikan kendaraan mereka.

‘’Silahkan bawa dokumen kendaraannya yang sah dan tunjukkan kepada penyidik,’’ katanya.

Akibat perbuatannya, HW terancam dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh (7) tahun penjara. (Hermansyah)

Anda mungkin juga berminat