Bidan Kampung Sehat Panca Warga Keliling Beri Pelayanan

106

SUMBAWA (Garudanews.id) – Pelayanan kesehatan merupakan salah satu pelayanan dasar dan wajib diberikan kepada masyarakat, merski di tengah pendemi Covid-19 yang tengah mewabah ini.

Namun, agar pelayanan kesehatan tidak menumpuk di satu tempat sehingga menyebabkan kerumunan, palayanan dasar ini perlu melakukan penyesuaian.

Seperti yang dilakukan oleh Kampung Sehat Pancawara, Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Salah satu cara untuk tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, melalui program bidan keliling.

Di mana, bidan desa mendatangi rumah warga satu persatu untuk memberikan pelayanan kesehatan. Berbegai pelayanan diberikan seperti Posyando, pemeriksaan ibu hamil dan lansia.

Kepala Desa Labuhan Sumbawa Kamiruddin S,AP., mengatakan, program bidan keliling di Kampung Sehat Pancawarga ini, mulai diterapkan semenjak mewabahnya Covid-19 di Kabupaten Sumbawa.

Diperkuat lagi dengan adanya himbauan Pemerintah melalui Gugus Tugas, agar mengurangi kegiatan yang menyebabkan terjadinya kerumunan.

“Jadi program dari rumah ke rumah ini untuk mengihindari berkumpulnya masyarakat, guna memutus mata rantai Covid-19,” jelasnya.

Selain berkeliling rumah ke rumah lanjat Kades, juga menerima konsultasi melalui telpon. Jika memerlukan perawatan yang lebih serius, maka akan dirujuk ke Puskesmas setempat.

“Bisa konsultasi melalui telepon. Nomornya sudah kita terakan. Bidan juga tetap ada diposko induk satgas Covid-19 Kampung Sehat Pancawarga,” terangnya.

Terhadap prorgam ini lanjutnya, Pemerintah Desa sangat mendukung penuh. Sejauh ini, Desa telah menganggarkan untuk pelayanan Kesehatan sebesar Rp. 255 juta meliputi biaya operasional posyandu, penyediaan PMT Ibu Hamil, Stunting.

Selain itu tambahnya, Pemerintah Desa Labuhan Sumbawa juga menganggarkan dana isolasi bagi warganya yang diisolasi kerena Covid-19. Sampai hari ini, ada 7 yang dibiayai oleh Desa selama yang bersangkutan menjalankan masa isolasi mandiri.

“Kita suru mereka isolasi, siapa yang memberi makan. Itulah yang kita biayai. Bahkan sampai Rp. 1.400.000 per orang. itulah bentuk keseriusan kami dalam menangani Covid-19,” pungkasnya. (Hrm/Hnn)

Anda mungkin juga berminat